Berita Prabumulih

Di Prabumulih Uang Rp 33 Miliar Untuk Pengobatan Katastropik

Penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan biaya tinggi, komplikasi dan membahayakan jiwa

Di Prabumulih Uang Rp 33 Miliar Untuk Pengobatan Katastropik
Net
Ilustrasi Penyakit Jantung

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Secara nasional pada 2017 biaya yang dihabiskan untuk pelayanan kesehatan khusus penyakit katastropik (penyakit jantung, kanker, gagal ginjal) mencapai Rp18,4 triliun atau 21,8 persen.

Di Prabumulih Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengeluarkan Rp 33,6 miliar atau 13,5 persen untuk melayani kesehatan penyakit tersebut.

Baca: Partai Koalisi Belum Putuskan Cawapres Jokowi, Cak Imin : Target PKB Wapres, Optimis Yakin

Baca: Selama 7 Tahun Selalu Ditanya Soal Momongan,Begini Jawaban Bijak Zaskia Sungkar Bikin Kagum

Baca: Tutut Soeharto Penyuka Hewan Buas, Beruang dan Harimau Pernah Dipeluknya

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Prabumulih, Yunita kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).

"BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya hingga Rp 33,6 miliar atau setara 13.5 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih untuk pelayanan kesehatan penderita penyakit katastropik," ungkap Yunita.

Betapa tidak, penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan biaya tinggi, komplikasi dan membahayakan jiwa, merupakan penyakit yang paling besar menyerap biaya Jaminan Kesehatan yang dikeluarkan BPJS secara nasional.

"Penyakit katastropik yang paling banyak menelan biaya itu penyakit jantung, dari Rp 33,6 miliar yang kita keluarkan sebanyak Rp 20 miliar untuk pelayanan kesehatan penyakit jantung," bebernya.

Untuk mengatasi agar masyarakat tidak banyak menderita penyakit tersebut, Yunita menjelaskan, BPJS Kesehatan fokus menggelar berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan sehingga jumlah penderita menjadi menurun tiap tahun.

"Tentu tujuan kita selain mengobati juga pencegahan sehingga masyarakat akan terus sehat," ucapnya.

Penulis: Edison
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help