Melawan Godaan Investasi Bodong dengan Deposito

Khaidir memilih menabung di deposito karena baginya paling aman. Uangnya juga tak bisa sembarangan ia utak-atik.

Melawan Godaan Investasi Bodong dengan Deposito
NET
Logo LPS 

Melawan Godaan Investasi Bodong dengan Deposito

"BANYAK teman saya yang mendadak hidup mewah. Tapi dua bulan kemudian mendadak jatuh sampai rumahpun tak punya,” kata Khaidir (59) seorang pensiunan BUMN. Jumat pekan lalu Tribun berbincang dengannya saat tengah menunggu antrean di Bank Mandiri Kapten A Rivai Palembang. Ia hendak mengurus tabungan deposito miliknya. “Jumlahnya nggak banyak, ya setengah uang pensiun, saya simpan di tabungan deposito,” ungkapnya.

Khaidir bercerita tentang teman-temannya sesama pensiunan yang banyak jadi korban investasi bodong. Mereka yang saat itu tengah memegang uang banyak mudah tergoda iming-iming investasi dengan imbal hasil yang besar. “Saya saja kalau tidak buru-buru memasukkan uang pensiun ke tabungan deposito, mungkin sudah jadi korban juga,” katanya. Saat itu tawaran memasukkan uang ke investasi yang belakangan diketahui bodong jadi terlihat masuk akal karena datang dari orang-orang terdekat yang dikenal. Mulai dari rekan sekantornya dulu sampai bekas atasan. “Mereka bilang bagus dan menguntungkan, tapi ternyata belakangan ternyata mereka jadi korban juga,” katanya. Investasi yang ditawarkan mulai dari arisan online sampai yang mengaku berinvestasi jual beli ginseng.

Khaidir memilih menabung di deposito karena baginya paling aman. Uangnya juga tak bisa sembarangan ia utak-atik. Selain tentu karena bisa menikmati bunga dari simpanan yang lumayan. "Dari pada uang saya habis dimakan investasi bodong atau bikin-bikin modal usaha yang belum tentu untung," katanya.

Bukan cuma pensiunan saja yang memilih deposito. Anak-anak muda usia produktif ternyata juga menggemarinya. Deni Setiawan (35) memilih deposito sebagai instrumen simpanannya. Ia pilih produk sertifikat deposito (SD) yang dikeluarkan oleh Bank Sumselbabel. Tenaga medical representative ini mengaku, belakangan SD ini malah membantunya untuk memperkecil tanggungan pembayaran angsuran bulanan Kredit Kepemilikan Rumahnya

Ia bercerita setahun lalu punya dana simpanan yang didapat dari bonus dan sisa gaji. Simpanan itu lalu dimasukkannya ke SD dengan bunga 5,25 persen per tahun. Beberapa bulan kemudian petugas bank menawarkannya pinjaman dengan bunga hanya 6,5 persen per tahun dengan hanya agunan SD yang dipegangnya.

"Saat itu saya memang punya kewajiban mengangsur pinjaman KPR tiap bulan dengan bunga lebih besar. Akhirnya setelah saya hitung-hitung lebih untung mengambil pinjaman di Bank Sumsel tadi untuk digunakan melunasi sisa utang KPR saya," katanya.

Hadiah Langsung

Perbankan di Palembang memang sedang getol menghimpun DPK. Mulai dengan menawarkan produk simpanan dengan bunga kompetitif semisal deposito sampai tabungan berhadiah langsung. Mereka pun menyasar kaum muda.

Bank Bukopin misalnya getol mempromosikan produk Nabung Seru 2018 Berhadiah Langsung. Pimpinan Bank Bukopin Cabang Palembang, A Yogi Wirawan belum lama ini mengatakan, Bukopin memberikan apresiasi kepada nasabah yang melakukan setoran tabungan dengan dana tertentu diblokir, maka pihak Bank Bukopin akan memberikan langsung hadiah sesuai keinginan nasabah tanpa diundi. "Misalnya ingin hadiah langsung Fortuner, nasabah cukup melakukan penempatan dana dan jangka waktu mulai dari 6 bulan sampai 2 tahun, hadiah langsung bisa diambil setelah 90 hari kerja, dan pajak ditanggung Bukopin," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Prawira Maulana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help