Berita Prabumulih

PNS Prabumulih Cemas Dengar Isu TPP Dihapus, Ketua DPRD : Kita Perjuangkan Agar Berlanjut

Kita akan memperjuangkan agar kembali dimasukkan dalam usulan baik di ABT maupun APBD

PNS Prabumulih Cemas Dengar Isu TPP Dihapus, Ketua DPRD : Kita Perjuangkan Agar Berlanjut
TRIBUNSUMSEL/ EDISON
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, Ahmad Palo SE

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kegembiraan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah kota Prabumulih karena mendapat Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), sepertinya akan berakhir hingga September 2018 mendatang.

Baca: Subangkit Resmi Gantikan RD Jadi Pelatih Kepala Sriwijaya FC

Penyebabnya, beredar isu jika TPP seluruh ASN Pemkot Prabumulih tidak lagi dianggarkan menyusul berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih. Tidak hanya itu, isu bakal dihentikannya TPP juga disebabkan karena anggaran pemerintah kota Prabumulih minim hingga tidak dimasukkan lagi dalam penganggaran di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) maupun di APBD 2019.

Baca: Deklarasi 2019Ganti Presiden Dibubarkan, Fadli Zon : Aparat Penegak Hukum Harusnya Netral

Baca: Ustadz Somad : Prabowo-Habib Salim Antara Ketegasan Tentara dan Kelembutan Ulama

"Memang isu kita dengar TPP bakal dihilangkan lagi, bahkan katanya begitu PJ Walikota selesai maka TPP stop. Tidak tahu karena dana pemerintah ada atau memang hanya program PJ Walikota saja," ungkap satu diantara pegawai yang enggan menyebutkan nama ketika dibincangi akhir pekan kemarin.

Menanggapi isu tersebut Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo SE mengungkapkan pihaknya akan memperjuangkan agar tunjangan penghasilan tersebut tetap lanjut diberikan kepada para pegawai di Bumi Seinggok Sepemunyian dan tidak dihentikan pemerintah kota Prabumulih.

"Kita akan memperjuangkan itu, bahkan kita sudah ingatkan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah-red) agar kembali dimasukkan dalam usulan baik di ABT maupun APBD, anggaran untuk TPP itu," ujarnya.

Penulis: Edison
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved