Berita Lahat

Aksi Ratusan Ibu Rumah Tangga Desa Arahan Lahat Buat Lumpuh Kegiatan Bongkar Muat Batubara

Kami hanya dapat jatah debu dampak angkutan batubara ini. Bahkan, air sumur sudah hitam

Aksi Ratusan Ibu Rumah Tangga Desa Arahan Lahat Buat Lumpuh Kegiatan Bongkar Muat Batubara
Sripo/ Ehdi Amin
Ratusan ibu rumah tangga warga Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Kamis (26/7/2018) menggelar aksi protes lantaran terkena imbas angkutan batubara.

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - merasa aksi protes, Kamis (19/7/2018) tidak sesuai tuntutan, ratusan ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Kamis (26/7/2018), kembali melakukan aksi yang sama.

Protes kali ini menutup pintu masuk lokasi bongkar muat batubara PT KALOG, RUBS, GGB, dan BME, di Stasiun Banjarsari, Desa Arahan. Akibatnya aktivitas bongkar muat lumpuh total.

Sulastri Yunun (50) salah satu IRT yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan aksi digelar sebagai bentuk protes atas debu yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan tersebut.

Baca: Ingin Nonton Sriwijaya FC di Padang, Siapkan Dana Rp 250 ribu - Rp 1 Juta Untuk Ongkos

Sehingga warga menuntut kompensasi dari perusahaan, meski warga tidak menyebut angka kompensasi yang dimaksud.

"Kami tidak menuntut jumlah, tapi kami minta kepedulian perusahaan dengan kesehatan kami," tegas Sulastri.

Lebih lanjut ia mengungkapkan sebenarnya warga sudah meminta perhatian dari perusahaan sudah sekitar setahun lalu.

Namun, tidak ada respon dari perusahaan. Bahkan, yang terjadi permasalahan terus bertambah.

"Kami hanya dapat jatah debu dampak angkutan batubara ini. Bahkan, air sumur sudah hitam,"sesalnya.

Baca: Ronald Pegulat Sumsel di Asian Games 2018, Ternyata Sejak Kecil Suka Sepakbola

Perwakilan PT RUBS, P Manurung, enggan memberikan keterangan atas aksi itu.

Saat dikonfirmasi, Manurung yang tengah berada di Pospol Polsek Merapi, hanya menjawab "sebentar, sebentar, sebentar," sambil meninggalkan awak media.

Hingga berita ini ditulis, aksi menutup pintu masuk menggunakan ban bekas dan mendirikan tenda, masih berlangsung. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved