Berita Muratara

Sungai Mengering, Warga di Muratara Miliki Pantai Dadakan

Akibat berkurangnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir membuat sungai Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mengering.

Sungai Mengering, Warga di Muratara Miliki Pantai Dadakan
TRIBUNSUMSEL.COM/FARLIN ADDIAN
Kondisi pantai dadakan di sungai Rawas antara Desa Lawang Agung dengan Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara dijadikan tempat rekreasi baru. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Akibat berkurangnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir membuat sungai Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mengering.

Bahkan diantarasingai Rawas antara Desa Lawang Agung dan Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit muncul semacam gundukan pasir seperti pantai

Pantauan lapangan, terlihat sejumlah warga yang sedang asyik melakukan aktifitasnya masing-masing saat sore hari, dari berolah raga seperti bermain sepak bola, sepeda, ngobrol, sampai mencuci pakaian.

Jimmy (23) salah satu warga yang sedang berada disana saat di wawancara mengatakan jika dirinya sangat senang bisa berkumpul dan bermain ditengah sungai yang airnya sudah kering, sehingga mereka anggap sebagai pantai.

"Kan jarang momen seperti ini, ya paling tidak setahun sekali. Sungai yang biasanya mempunyai arus deras saat banjir, kini kering dan terlihat seperti pantai dan dimanfaatkan untuk kumpul-kumpul, bahkan ada juga yang bermain sepak bola," katanya, Selasa (24/07/2018).

Menurut dia, mengeringnya sungai Rawas tersebut, bukan hanya dimanfaatkan oleh sebagian anak muda untuk berkumpul dan juga bermain.

Bahkan ada juga yang menjadikan sungai tersebut sebagai tempat belajar mengendarai sepeda motor karena melihat tempatnya lebih luas.

Sedangkan, Jamil (42) warga setempat mengaku bahwa dirinya sedang melatih anaknya mengendarai sepeda motor dan memanfaatkan sungai kering tersebut sebagai tempatnya.

"Saya membawa anak saya kesini untuk mengajarinya cara membawa motor, kan lumayan besar tempat ini, maka saya manfaatkan saja untuk mengajarkan anak saya, dan apabila jatuh tidak terlalu sakit karena inikan pasir," akunya.

Sementara Nedi, salah satu tokoh masyarakat kabupaten Muratara mengungkapkan jika keringnya sungai Rupit tersebut bukanlah baru pertama terjadi, sehingga dirinya menganggap hal tersebut biasa saja dan bukan hal yang aneh.

"Kalau menurut saya hal ini biasa saja, karena setiap tahun pasti sungai ini mengalami kekeringan. Namun yang membuat sedikit berbeda hanya setiap kali sungai ini kering kita mendapatkan pemandangan yang agak langka, dimana sungai yang biasanya deras malah menjadi tempat bermain masyarakat," tuturnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help