Ozil Pensiun
Isu Rasialisme, Ozil Akhirnya Pensiun dari Timnas Jerman
Ozil merasa bahwa federasi sepak bola Jerman (DFB), media, hingga warga Jerman, tidak memandang dirinya secara adil karena mempunyai darah Turki
TRIBUNSUMSEL.COM - Timnas Jerman gagal total dalam perhelatan Piala Dunia di Rusia 2018 yang lalu.
Berstatus sebagai juara bertahan dan diisi oleh sejumlah pemain bintang yang bermain di tim papan atas Eropa, Timnas Jerman tak mampu lolos dari fase grup.
Baca: Jadwal Siaran Langsung, Link Streaming, dan Hasil Pertandingan IIC 2018, ada Juventus vs Munchen
jerman tak mampu bersaing dengan Mexico dan Swedia yang akhirnya keluar sebagai perwakilan grup F yang melaju kebabak 16 besar.
Tak mampu membawa Jerman bermain baik, membuat salah satu bintangnya Mesut Ozil akhirnya resmi pensiun dari Timnas Jerman.
Meski terbilang masih muda, pemain berusia 29 tahun yang tergabung dalam rombongan skuad yang berhasil membawa Timnas Jerman keluar sebagai juara piala dunia 2014 di Brasil empat tahun silam, tak membuat Ozil mengurungkan niatnya tersebut.
Baca: Siaran Langsung dan Link Streaming Gojek Liga 1 2018 PSMS vs PSM Makassar, Incar Juara Paruh Musim
Lewat surat terbukanya, Mesut Ozil mengumumkan gantung sepatu dari membela timnas Jerman.
Mesut Ozil secara resmi telah mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari timnas Jerman.
Ozil mengunggah surat terbuka yang berisikan tanggapannya kepada kritik yang terus menerus ia terima belakangan ini.
Baca: Siaran Langsung dan Link Streaming Gojek Liga 1 2018 Persela vs Madura, Incar Juara Paruh Musim
Pemain 29 tahun in menyampaikan ketidak adilan yang ia terima selama memperkuat timnas Jerman, terutama saat dirinya berfoto dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Dalam surat yang terdiri dari tiga bagian tersebut, Ozil merasa bahwa federasi sepak bola Jerman (DFB), media, hingga warga Jerman, tidak memandang dirinya secara adil karena mempunyai darah Turki.
Baca: Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Gojek Liga 1 Senin (23/7/2018), Berebut Juara Paruh Musim
Ozil menekankan bahwa masalah rasialisme dan tidak adanya rasa menghargai adalah faktor utama penyebab pemain Arsenal ini memutuskan mengakhiri pengabdiannya untuk Tim Panser.
Keputusan gantung sepatu tertera di akhir bagian ketiga surat tersebut berbunyi, "Dengan berat hati dan dengan pertimbangan yang mendalam terhadap peristiwa yang terjadi belakangan, saya (memutuskan) untuk tidak lagi memperkuat timnas Jerman. Saya merasa (menjadi korban) rasialisme dan rasa tidak hormat."
Ozil menjadi pilar penting ketika Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil dan peringkat tiga Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.