Sepakbola

Andai Datang 10 Tahun Lebih Awal, Zlatan Ibrahimovic Ngaku Bisa Jadi Presiden Amerika Serikat

Kedatangannya di Liga Amerika Serikat memberi dampak signifikan terhadap budaya sepak bola Negeri Paman Sam.

Andai Datang 10 Tahun Lebih Awal, Zlatan Ibrahimovic Ngaku Bisa Jadi Presiden Amerika Serikat
getty images
Selebrasi Zlatan Ibrahimovic saat mencetak gol ke gawang Southampton pada laga Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, Jumat (19/8/2016) waktu setempat. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mantan kapten Timnas Swedia, Zlantan Ibrahimovic kembali menggemparkan dunia pesepakbolaan dunia.

Bagaimana tidak, setelah sebelumnya ia kalah bertaruh dengan David Beckham dan membuatnya harus menonton pertandingan di stadion Wembley dengan menggunakan seragam Timnas Inggris.

Kali ini, Zlantan membuat gempar dengan pernyataannya yang mengatakan, ia bisa menjadi presiden Amerika Serikat jika ia datang ke Amerika 10 tahun lebih awal.

Baca: Live Streaming Liga 1 Indonesia: Persela Lamongan Vs Madura United, Incar Kemenangan

Mantan pemain Manchester United yang kini bergabung dengan klub MLS (Liga Amerika Serikat) LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic, mengatakan bahwa dia akan menjadi Presiden Amerika Serikat jika datang ke sana 10 tahun lebih awal.

Ibrahimovic melanjutkan karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola di Amerika Serikat untuk bergabung bersama LA Galaxy pada Maret 2018.

Sebelumnya, Ibrahimovic menjalani kariernya bersama tim-tim besar Eropa, dari Ajax Amsterdam, Barcelona, hingga Manchester United.

Baca: Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming AFF U-16 Mulai Tanggal 29 Juli 2018

Kedatangannya di Liga Amerika Serikat atau sering disebut MLS memberi dampak signifikan terhadap budaya sepak bola Negeri Paman Sam.

Meskipun sudah tidak muda lagi, Ibrahimovic tetap mampu membuktikan bahwa dia adalah penyerang tajam.

Eks pilar timnas Swedia ini telah mengemas 12 gol dalam 15 laga pertamanya di MLS dan turut menyumbangkan dua assist.

Ketika ditanya Sky Sports tentang bagaimana dia berhasil mengubah budaya sepak bola Amerika Serikat, Ibra menjawab.

Baca: Tak Sempat Berbulan Madu, Risky Dwi Ramadana Langsung Diboyong Sriwijaya FC ke Bangka

"Saya tidak tahu kalau saya telah mengubahnya. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Mereka (warga Amerika) beruntung saya tidak ke sini 10 tahun lalu karena jika demikian saya sudah menjadi presiden hari ini," ujarnya saat dikutip dari Kompas.com.

Tampaknya pernyataan Ibra itu hanya candaan, mengingat calon presiden Amerika itu harus lahir di Amerika atau teritori Amerika di luar negeri.

Pemain 36 tahun ini menjadi pencetak gol terbanyak sementara MLS. Pemain Atlanta, Josef Martinez, membuntuti di belakang dengan torehan 10 gol, tetapi Martinez mempunyai tujuh pertandingan lebih sedikit.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Slamet Teguh Rahayu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved