Berita Prabumulih

Tahun Ajaran Baru, Warga Prabumulih Ramai Didatangi Pegadaian

Diduga banyak memerlukan uang untuk keperluan anak masuk sekolah di tahun ajaran baru, warga kota Prabumulih khususnya ibu-ibu ramai m

Tahun Ajaran Baru, Warga Prabumulih Ramai Didatangi Pegadaian
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Diduga banyak memerlukan uang untuk keperluan anak masuk sekolah di tahun ajaran baru, warga kota Prabumulih khususnya ibu-ibu ramai menggadaikan barang berharga di PT Pegadaian (persero) cabang Prabumulih.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun, warga kota Prabumulih ramai menggadaikan barang berharga seperti emas, logam mulia dan barang elektronik dan lainnya.

Ani (35), satu diantara warga kota Prabumulih ketika dibincangi mengaku, dirinya mendatangi pegadaian untuk menggadaikan emas untuk keperluan anak sekolah.

"Saya ada dua anak semua tahun ini baru masuk sekolah dan butuh uang, kemarin ketika masuk baru bayar cicil jadi terpaksa gadaikan emas untuk melunasi," ungkapnya ketika dibincangi wartawan, Kamis (19/7/2018).

Sementara Pemimpin cabang PT Pegadaian (persero) cabang Prabumulih, Freddy H Simanjuntak diwawancarai mengatakan, pihaknya ramai didatangi nasabah untuk menggadaikan barang baik berupa emas, logam mulia (LM), barang elektronik dan lainnya.

"Memang sedikit terjadi peningkatan jelang tahun ajaran baru sekarang ini, peningkatan mencapai 50-60 persen dibanding hari biasa sebelum tahun ajaran baru," ujarnya.

Pria berkacamata itu mengaku peningkatan pasti ada karena mereka yang datang butuh dana setelah habis lebaran apalagi memasuki tahun ajaran baru memerlukan banyak kebutuhan untuk anak sekolah.

"Kalau menjelang lebarang Idul Fitri banyak yang datang menebus barang seperti emas untuk di pakai saat lebaran, namun pasca lebaran banyak yang datang untuk menggadaikan barang," jelasnya.

Freddy menuturkan, selain keperluan anak sekolah, nasabah yang datang juga banyak memerlukan uang untuk digunakan membangun proyek-proyek.

"Kebanyakan yang menggadaikan barang berharga membutuhkan dana seperti untuk bangun proyek dan lainnya, biasanya setelah proyek mereka cair langsung ditebus serta keperluan mendesak lainnya," tuturnya seraya beberapa pemborong terpantau menggadaikan barang berharga ke pihaknya.

Lebih lanjut Freddy menjelaskan setiap hari pihaknya rata-rata menggelontorkan Rp 100 juta hingga Rp 200 juta untuk membayar barang berharga yang digadaikan nasabah ke pihaknya.

"Saat ini karena cukup ramai rata-rata ratusan juta kita bayar untuk nasabah gadaikan harta berharga," jelasnya.

Disinggung soal tunggakan nasabah, Freddy mengaku kalau tunggakan pasti ada tapi pihaknya berupaya untuk menghubungi, menyurati dan mendatangi nasabah yang bersangkutan.

"Kalau tidak dibayar terpaksa ditarik barangnya," terangnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved