Berita Prabumulih

Polres Prabumulih Tiap Bulan Amankan 5 Senjata Api Milik Residivis

Senjata api tahun ini mengalami kenaikan signifikan yakni 35 pucuk berikut peluru, untuk kasus senpi rata-rata diamankan dari residivis

Polres Prabumulih Tiap Bulan Amankan 5 Senjata Api Milik Residivis
Tribun Sumsel/ Edison
Kepala Kejari Prabumulih, M Husein Admaja SH MH, Pj Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi dan jajaran muspida lainnnya ketika memusnahkan ratusan barang bukti, Kamis (19/7/2018) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Ratusan barang bukti dari berbagai perkara pidana umum (pidum) di wilayah kota Prabumulih, dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Kamis (19/7/2018).

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain untuk kasus narkotika berupa daun ganja kering sebanyak 3,5 kilogram dan 46 paket, pil ekstasi sebanyak 52 butir, 259 paket sabu dan 409,962 gram, lalu sekitar 35 pucuk senpi rakitan berikut 21 amunisi serta 40 bilah senjata tajam beragam jenis.

Pemusnahan yang dilaksanakan di halaman kantor Kejari Prabumulih dengan cara dibakar, direndam air diterjen dan dipotong itu dilakukan langsung Kepala Kejari Prabumulih, M Husein Admaja SH MH, Pj Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi dan jajaran muspida lainnnya.

Kajari kota Prabumulih, M Husein Admaja SH MH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan dari berbagai kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Barang bukti kami musnahkan ini dari kasus yang telah berkekuatan hukum tetap, barang bukti khususnya senjata api dan narkoba mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun," katanya.

Untuk senjata api tahun ini mengalami kenaikan signifikan yakni 35 pucuk berikut peluru, untuk kasus senpi sendiri rata-rata diamankan dari para resedivis dan kasusnya telah putus di tingkat pengadilan.

"Kalau kita persentasekan setiap bulannya sekitar 4-5 pucuk senpi diamankan polisi, pelaku yang membawa senpi ini sendiri sebagian besar adalah resedivis," bebernya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help