Berita OKI

Api Berhasil Dipadamkan, Asap Tak Sentuh Asian Games

Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengancam. Hal itu ditandai dengan terjadinya

Api Berhasil Dipadamkan, Asap Tak Sentuh Asian Games
Tribun Sumsel
Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengancam. Hal itu ditandai dengan terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (18/7). 

Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak BPBD OKI menyurati pihak perusahan untuk bertanggungjawab terhadap kejadian ini dan agar api di lokasi wilayah mereka segera padam. “Saya tegaskan, api harus padam dalam satu hari ini. Saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api. Saya tidak tenang dengan adanya kebakaran lahan ini, karena mencakup nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir,” tegasnya seraya menambahkan, Indonesia akan menjadi tuan rumah even internasional, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.

Pasca dua kejadian tersebut, pemegang jabatan tertinggi baik di jajaran Polres OKI, Kodim 0402 OKI, Bupati OKI dan Kapolda Sumsel langsung terjun ke lokasi karhutla di Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, Rabu (18/7).

Pasca kejadian ini, Polres OKI dan jajaran langsung turun dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. “Kalau yang kemarin, sudah di police line oleh pidsus untuk dilakukan penyelidikan oleh Para, jadi sementara lahan tidak bisa digunakan dulu,” ungkap Kapolres OKI, AKBP Ade Haryanto melalui Kasubag Humas Polres OKI, Ipda Ilham Parlindungan, Kamis (19/7).

Menurutnya, penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran ini diakibatkan oleh kelalaian atau disengaja, atau bahkan ada unsur sabotase. “Jadi masih dalam proses (penyelidikan), tidak sembarangan menentukan orang itu salah atau tidaknya. Terbukti atau tidaknya ada kelalaian tidak secepat itu, ini bukan seperti pidana biasa,” jelas Ilham.

Dirinya menambahkan, lahan-lahan tersebut ada beberapa jenis seperti lahan milik warga, atau milik perusahaan. Jika lahan tersebut merupakan lahan milik warga dan tidak dimanfaatkan tetap pemilik lahan akan diperiksa termasuk perangkat desa yang juga akan dimintai keterangan. “Kalau itu punya perusahaan, perusahaannya yang akan kita periksa,” tegasnya seraya menambahkan akan mengusut tuntas kasus karhutla ini.

Jika belajar dari pengalaman, lanjutnya, karhutla ini ada beberapa unsur penyebab seperti kelalaian dan kesengajaan. Oleh karena itu, sejak jauh hari pihak Polres OKI memaksimalkan sosialisasi dan memberikan imbauan baik berupa maklumat berupa spanduk maupun persuasif kepada masyarakat agar tidak membakar ataupun membuka lahan dengan cara membakar.

“Sekarang yang digedor itu perangkat desa untuk lebih tegas lagi mengimbau kepada warga yang beraktifitas di kebun atau lahan. Termasuk ditegaskan kepada warga yang punya lahan dan dibiarkan lahannya tidak dimanfaatkan, kami imbau keras agar itu dijaga supaya tidak ferbakar dan dimanfaatkan oleh oknum hingga disabotase (dibakar),” tegasnya.

Masih kata Ilham, saat ini sudah ada 13 posko terpadu yang berisi gabungan antara Polri, Manggala Agni dan beberapa satuan lainnya. Selain itu, di Polri, dalam jajaran sampai ke Polsek-polsek sudah menjadi tradisi dan tanggungjawab masing-masing untuk menjaga wilayah.

“Ke depan, wacana Kapolres, dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla untuk lebih aktif dan giat mengantisipasi hingga menangani kejadian (Karhutla) ini,” tandasnya.

photo: Humas Polres OKI

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved