Berita Pagaralam

Ternyata Kopi Bubuk Pagaralam Belum SNI, Pemkot Lakukan Ini Bersama BSN

BSN ingin melihat kesenjangan kondisi lapangan dengan persyaratan SNI Kopi Bubuk dan GMP atau Good Manufacturing Practices

Ternyata Kopi Bubuk Pagaralam Belum SNI, Pemkot Lakukan Ini Bersama BSN
KOMPAS.com / AJI YK PUTRA
Warga Pagaralam sedang memisahkan kulit dari biji kopi yang telah mengering dengan menggunakan mesin huller di Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Minggu (20/5/2018). Pagaralam yang terletak di lereng Gunung Dempo terkenal sebagai penghasil kopi robusta yang telah dikembangkan sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda. 

TRIBUNSUMSEL, PAGARALAM - Kota Pagaralam merupakan daerah penghasil biji Kopi di Sumatera Selatan (Sumsel). Namun biji kopi hasil dari petani di Pagaralam sudah sejak lama belum berstandar nasional.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam terus berupaya untuk menjadikan kopi Pagaralam dapat masuk kategori biji kopi yang berstandar nasional Indonesia (SNI).

Untuk itu Pemkot melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengajak Kantor Layanan Teknis Badan Standatisasi Nasional (BSN) untuk menguji dan meneliti biji Kopi Pagaralam.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Rabu (18/7/2018) menyebutkan, BSN mengunjungi 3 UKM Kopi Bubuk Pagaralam. Hal ini untuk meningkatkan brand kopi Pagaralam, melalui peningkatkan mutu dan menerapkan SNI.

Kepala Disperindagkop Kota Pagaralam, Saidi Amrullah mengatakan, meski belum masuk sebagai 5 wilayah produsen kopi Sumsel terbanyak, Kopi Pagaralam yang berjenis robusta dikenal enak dengan aroma yang khas coklat dan brown sugar atau karamel.

"Untuk itu kita mengajak perwakilan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional untuk melihat Bubuk Kopi Pagaralam agar bisa masuk SNI," ujarnya.

Tim dari BSN Palembang melakukan peninjauan pada tiga UKM Kopi, yaitu Kopi Gigir di Jalan Tanjung Sakti, Desa Ujan Mas, Kopi Kawah Dempo di Jalan Alpokat Perumnas Nendagung dan Kopi Radje Item di Jalan Kolonel Noerdin Pandji.

"Kami dari Pemkot Pagaralam siap mendukung agar ketiga UKM ini dapat memperoleh SNI," katanya.

Perwakilan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sumsel, Haryanto mengatakan, kunjungan BSN dilakukan untuk melihat kesenjangan atau Gap Analysis kondisi lapangan dengan persyaratan SNI Kopi Bubuk dan GMP atau Good Manufacturing Practices.

"Hal ini juga sekaligus untuk pengambilan sampel produk kopi bubuk dan biji kopi Pagaralam untuk diuji di laboratorium yang kompeten dan sudah diakreditasi atau diakui," jelas Haryanto. (Sriwijaya Post/Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved