Berita Palembang

Go-Jek dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sosialisasi ke Driver

Sebaiknya mereka ikut juga dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang sangat berguna sebagai tabungan masa depan

Go-Jek dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sosialisasi ke Driver
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
BPJS Ketenagakerjaan memberikan sosialisasi kepada driver ojek online tentang pentingnya mengikuti program pemerintah ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Palembang terus memaksimalkan jumlah kepesertaan masyarakat, khususnya di sektor bukan penerima upah (BPU) atau informal.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan gencar melakukan sosialisasi manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan di kalangan driver ojek online (Ojol).

"Driver ojol memiliki risiko tinggi karena sebagian besar aktivitas pekerjaan berada di jalan. Oleh karena itu penting bagi mereka (deriver ojol) untuk terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Bidang BPU BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang, Sofyan Umri, di sela sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi driver Go-Jek, Rabu (18/7/2018).

Saat ini, kata dia, ada sekitar 1.200 driver ojol baik dari Go-Jek, Go-Car, dan Grab yang telah menjadi peserta. Jumlah tersebut masih akan terus dimaksimalkan, mengingat jumlah driver Ojol yang diketahui ada di Palembang mencapai belasan ribu. "Sampai dengan akhir tahun ini, kami menargetkan mampu merangkul sekitar 7 ribu peserta dari ojol ini," katanya.

Sofyan menjelaskan, sebagai peserta dari BPU driver ojol ini minimal mengikuti dua program jaminan. Yakni Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

"Tapi disarankan baiknya mereka untuk ikut juga dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang tentunya akan sangat berguna sebagai tabungan masa depan," katanya.

Baca: LRT Palembang Beroperasi 9 Jam, Catat Waktu Layanannya

Sementara besaran iuran yang harus dibayarakan yakni sebesar Rp 6.800 untuk JK, dan 1 persen dari besaran penghasilan yang diterima untuk program JKK.

Jika ikut juga dalam JHT maka ditambah 2 persen dari penghasilan tersebut.
"Karena sifatnya pekerja informal, maka ada toleransi dalam laporan besaran penghasilan, yakni minimal Rp 1 juta per bulan," katanya.

Sementara itu, Marketing PT Go-Jek Indonesia area Palembang, Viniatry Utami mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya sangat membantu driver dalam bekerja. Sehingga minimal mengurangi rasa kekhawatiran akan risiko driver saat bekerja.

"Karena driver tersebut merupakan mitra kami, kami tidak dapat secara langsung mewajibkan mereka untuk bergabung. Namun, kami senantiasa turut mensosialisasikan akan pentingnya manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help