Said Didu Pertanyakan Logika Menteri Perdagangan Terkait Kenaikan Harga Telur

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita kenaikkan harga telur dipengaruhi hari raya, masa libur yang panjang dan perhelatan Piala Dunia

Said Didu Pertanyakan Logika Menteri Perdagangan Terkait Kenaikan Harga Telur
Tribunnews/ Eri Komar Sinaga
Said Didu 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Harga telur ayam negeri perkilonya telah mencapai Rp 28 ribu di berbagai pedagang pengecer.

Telur yang masuk dalam makanan empat sehat lima sempurna ini kerap menjadi penganan atau lauk sehari-hari bagi masyarakat menengah ke bawah, terutama di Palembang.

Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga telur dan daging ayam di pasaran.

Sejumlah momentum seperti hari raya, masa libur yang panjang hingga perhelatan pesta sepak sepak bola Piala Dunia yang baru selesai pada 15 Juli kemarin.

"Jadi alasannya macam-macam,"kata Enggar setelah melakukan pertemuan dengan para stake holder terkait dan juga para peternak ayam di Kantor Kemendag, Senin (16/7/2018) kemarin.
Ternyata, pernyataan Mendag mendapat tanggapan dari Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu.

Dilansir dari akun Twitter miliknya @saididu . Didu me-Retweet artikel berita. 

Dalam kicauannya, ia mempertanyakan logika seorang Menteri yang membandingkan kenaikan telur akibat piala dunia. Penyebab kenaikan harga telur dan ayam dikarenakan masa libur panjang Lebaran 2018.

Twitter Said Didu
Twitter Said Didu (Twitter)

Faktor cuaca ekstrim juga menyebabkan kenaikan harga telur dan daging ayam. Sebab, akibat cuaca ekstrim tingkat produktivitas para peternak ayam menurun.

Kenaikan telur dan daging ayam tersebut terjadi sejak H-7 Lebaran 2018. Namun, pada tahun sebelumnya, sesudah lebaran harga akan kembali normal.

"Biasanya sesudah itu harga akan turun. Tapi terjadi anomali kenaikan harga. Nah faktor ini lah yang terakumulasi sehingga pasokan dan pendistribusian ini secara relatif terganggu. Dari gangguan ini ada potensi menikmati margin keuntungan dari pedagang," ucap dia.

Penulis: Siemen Martin
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved