Berita PALI

Harga Telur di Pasar Inpres Pendopo PALI, Tembus di Angka Rp 28 Ribu per Kg

Harga telur ayam di pasar Inpres Pendopo ribu dalam tiga hari terakhir harganya sempat di angka Rp 28 ribu per

Harga Telur di Pasar Inpres Pendopo PALI, Tembus di Angka Rp 28 Ribu per Kg
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Suasana pasar Inpres Pendopo. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Harga telur ayam di pasar Inpres Pendopo ribu dalam tiga hari terakhir harganya sempat di angka Rp 28 ribu per kilogram.

Harga tersebut sangat jauh berbeda sebelum Hari Raya Idul Fitri yang hanya Rp 19 ribu per kilogram. Kemudian harganya naik satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Dan sekarang, harganya sudah mencapai Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram.

Naiknya harga telur sangat dikeluhkan masyarakat Kabupaten PALI, tak terkecuali pedagang martabak telur yang ada di Kecamatan Talang Ubi, yang menjadi bahan pokoknya telur untuk membuat martabak telur.

"Sudah satu minggu harga telur di pasar Rp 26 ribu per kilogram. Sempat juga naik jadi Rp 28 ribu satu kilogramnyo. Kami sangat mengeluhkan naiknya harga telur, karena omset keuntungan kami jadi berkurang akibat harga modal yang juga naik," keluh Nandi, pedagang martabak telur, Minggu(15/7/2018)

Dia berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten PALI untuk bisa kembali menstabilkan harga telur ayam.
"Semoga saja Pemkab PALI ada solusi, karena jangan sampai kondisi ini berlarut-larut yang nantinya bisa merugikan masyarakat," harapan Nandi.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga saat membeli telur di Pasar Inpres Pendopo, langsung spontan mengeluhkan naiknya harga telur itu.

"Alangke mahalnya harga telur," singkat dia.

Sementara Redi satu diantara pedagang di pasar Inpres Pendopo mengaku bahwa naiknya harga telur ayam itu berasal dari agen.

"Naiknya dari agen, kami sebagai penjual hanya menjual dan mencari untung sedikit, katanya naiknya harga telur ini disebabkan stok telur ayam terbatas," jelas Redi.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help