Berita Prabumulih

Dinilai Asal Tentukan Tarif Tes Kerohanian Bacaleg,Ini Tanggapan Ketua Himpsi Wilayah Sumsel

Ratusan bakal calon legislatif (Caleg) kota Prabumulih, Sabtu (14/7/2018) mengikuti tes kesehatan rohani di aula Rumah Sakit

Dinilai Asal Tentukan Tarif Tes Kerohanian Bacaleg,Ini Tanggapan Ketua Himpsi Wilayah Sumsel
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Ratusan bakal calon legislatif kota Prabumulih ketika mengikuti tes kesehatan rohani di aula RSUD Prabumulih, pada Sabtu (14/7/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM,PRABUMULIH - Ratusan bakal calon legislatif (Caleg) kota Prabumulih, Sabtu (14/7/2018) mengikuti tes kesehatan rohani di aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih.

Tes yang digelar secara tertutup oleh pihak Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu sedikit dikeluhkan para bakal calon legislatif khususnya yang baru pertama hendak maju. Pasalnya, tes yang dilakukan sebanyak lima tahap itu dua kali lipat lebih mahal yakni Rp 400 ribu per orang, sementara di daerah-daerah lain mengacu pada aturan hanya Rp 125 ribu per orang.

"Kita sebetulnya senang dan tidak mempermasalahkan namun ini tentu harus diluruskan, karena di daerah lain hanya Rp 125 ribu tes bisa tiga macam yakni tes kesehatan, tes narkoba dan tes rohani. Di Prabumulih yang hanya tes rohani Rp 400 ribu, jauh sekali ketimpangannya," ungkap Memen, satu diantara calon anggota legislatif ketika dibincangi wartawan, Minggu (15/7/2018).

Memen mengatakan, pihaknya mengkritik hal itu bukan karena hitung-hitungan masalah uang namun jangan sampai momen tersebut menjadi ajang manfaat untuk memperoleh keuntungan banyak sementara melanggar aturan. "Kalau kita mengkritik hal kecil seperti ini tentu masyarakat akan menilai buruk karena baru urusan uang kecil saja sudah tidak mampu bagaimana mau mencalon, tapi kita tegaskan bukan masalah uangnya tapi kenapa ada perbedaan dengan daerah lain," katanya.

Hal yang sama disampaikan bakal calon lainnya yang menyatakan jangan sampai karena para bakal calon membutuhkan hal itu justru dijadikan ajang manfaat oleh pihak terkait. "Di Palembang dan tempat lain memang murah tapi untuk tes kita pasti perlu biaya dan menginap, tapi tidak juga mentang-mentang diadakan di Prabumulih lalu biaya ongkos dan menginap kita lalu dimasukkan ke biaya mahal itu, tentu tidak benar. Harga Rp 1 juta pun kami siap bayar tapi paling tidak sama dengan daerah lain, kalau seenaknya keluarkan tarif enak sekali," beber calon yang enggan namanya disebutkan khawatir tidak diluluskan tersebut ketika dibincangi.

Menanggapi itu, Ketua Himpsi Wilayah Sumatera Selatan, Muhammad Uyun ketika diwawancarai mengaku untuk persoalan biaya pendaftaran bukan kewenangan pihaknya namun kewenangan rumah sakit masing-masing. "Kita hanya bekerja untuk rumah sakit dan mereka yang menentukan. Biaya itu sepenuhnya otoritas pihak rumah sakit, itu saya tidak bisa menjawab, intinya otoritas pihak rumah sakit," katanya.

M Uyun mengatakan, dalam kegiatan itu RSUD Prabumulih meminta kerjasama khususnya untuk pemeriksaan kesehatan rohani ke Himpsi karena staf atau personil rumah sakit masih minim. "Sebanyak 171 orang itu kita tes ada lima tahap tes kesehatan rohani, nanti sama seperti di Pagaralam dan OKI, hasil pemeriksaan ini akan dilaporkan segera sebelum kami pulang ke Palembang sehingga Senin hasil bisa diserahkan pihak rumah sakit ke peserta tes. Untuk hasil tes berupa kesimpulan rekomendasi, bukan lulus tidak lulus tapi rekomedasi sehat, alhamdulilah dari 2 kabupaten sudah sehat rohani semua dan mudah-mudahan untuk Prabumulih juga," bebernya.

Sementara sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih, dr Yus Ukhtiwiyah mengatakan,Kalau berdasarkan Persturan daerah (Perda) memang biaya tes Rp 150 ribu tapi RSUD Prabumulih tidak ditunjuk oleh KPU untuk bisa tes kerohanian sehingga berkerjasama dengan tarif ditentukan Himpsi.

"RSUD Prabumulih tidak ditunjuk padahal kalau masalah kualitas kita unggul dan tenaga kita ada. Karena tidak bisa lalu DPRD Prabumulih menginginkan difasilitasi dan KPU menganjurkan Himpsi, mereka menentukan tarifnya seperti itu (Rp 400 ribu-red), ya kita yang namanya kita butuh harus gimana," ujarnya.

Lebih lanjut Yus mengatakan, untuk tarif Rp 400 ribu itu hanya tes kesehatan rohani saja dan tes kesehatan jasmani serta tes narkoba berbeda. "Sebetulnya kalau kita kemaren ditunjuk sebagai rujukan hanya Rp 405 ribu biaya tiga tes itu, semoga lima tahun kedepan nanti RSUD Prabumulih bisa melaksanakan sendiri dan jadi rujukan," harapnya

Penulis: Edison
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help