Berita Prabumulih

Tengah Sadap Karet, Wanita Berusia 50 Tahun Asal Prabumulih Diserang Tiga Ekor Beruang

Malang nasib dialami Suraima (50), warga Desa Talang Balai Kecamatan Belido Darat Kabupaten Muaraenim.

Tengah Sadap Karet, Wanita Berusia 50 Tahun Asal Prabumulih Diserang Tiga Ekor Beruang
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Suraima didampingi para keluarga ketika menjalani perawatan di ruang Surgikal bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih, Kamis (12/7/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Malang nasib dialami Suraima (50), warga Desa Talang Balai Kecamatan Belido Darat Kabupaten Muaraenim. Nenek paruh baya itu tepaksa dirawat di ruang Surgikal bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih akibat diserang dan diamuk kawanan Beruang madu, Kamis (12/7/2018).

Suraima diserang tiga beruang ketika tengah menyadap karet di kebunnya di Kampung Alur Kumedin atau berjarak satu kilo dari desa Talang Balai.

Akibat peristiwa itu, korban harus mengalami luka cakar cukup dalam di bagian punggung sebanyak empat titik dan hidung belah. Beruntung nyawa korban selamat setelah sang suami yakni Abu Bakar (50) yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat korban langsung datang memberikan pertolongan dan berhasil mengusir kawanan beruang.

Selanjutnya oleh Abu Bakar, korban dibawa ke desa dan selanjutnya di rujuk ke rumah sakit umum daerah kota Prabumulih.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, peristiwa penyerangan sekelompok beruang itu bermula ketika Surima dan Abu Bakar berangkat ke kebun untuk menyadap karet usai subuh.

Selanjutnya sekitar pukul 07.00 Surima yang terpisah sekitar 50 meter dari Abu Bakar seperti biasa melakukan aktivitas menyadap getah karet menggunakan alat sadap.

Ketika sedang asik menyadap barang karet, tiba-tiba korban mendengar suara berisik daun dan seketika ada tupai melompat ke bagian tubuh korban.

Lantaran kaget, korban kemudian tersungkur ke tanah. Lalu secara bersamaan ketika hendak bangun tiba-tiba datang tiga beruang, dimana satu sebesar kambing etawa dan dua masih kecil. Melihat itu Surima kaget dan berusaha lari, namun belum sempat lari beruang yang berukuran besar menghadang. Seketika beruang tersebut langsung menerkam korban dan mencabik bagian belakang Surima dan menghempaskannya beberapa kali ke tanah.

Korban yang takut terus menjerit minta tolong dan teriakan tersebut didengar Abu Bakar yang sedang menyadap karet. Abu Bakar kemudian mendekati lokasi lalu mengusir beruang tersebut dan menyelamatkan isterinya.

"Saya saat itu sedang nyadap batang karet tiba-tiba ada tupai jatuh mengenai saya, lalu ada beruang mengejar. Saya takut lalu lari tapi dihadang dan diterkam kemudian dibanting-banting beberapa kali, tidak lama saya dilepas dan beruang kabur, sakit semua tubuh saya," ungkap korban Surima menahan sakit usai menjalani perawatan dokter di RSUD Prabumulih.

Sang suami, Abu Bakar mengaku, setelah melihat istri terkapar ia langsung menggendong sang istri dan membawanya ke desa lalu ke RSUD Prabumulih. "Saat itu panik dan takut, saya lari bawa istri lalu pakai motor ke desa," bebernya seraya mengatakan ia dan istri setiap hari bekerja menyadap karet di kebun milik sendiri.

Sementara, Nur Rahmad yang merupakan warga desa Talang Balai mengungkapkan, penyerangan beruang terhadap warga di desanya hampir tiap tahun terjadi dan hingga saat ini sudah sebanyak 5 orang menjadi korban.

"Dari beberapa tahun lalu selalu ada jadi korban diterkam beruang, terakhir 2017 ada dua korban dan sekarang ada lagi. Tidak tahu dari mana asalnya, warga sering lakukan perburuan tapi tidak dapat dan hanya lari, namun beberapa bulan dari diburu datang lagi, selalu seperti itu," ujarnya.

Nur Rahmad mengatakan, pihaknya berharap kepada pihak terkait dan pemerintah memberikan solusi sehingga beruang-beruang tersebut bisa ditangkap dan tidak menimbulkan korban lagi. "Kami harap pemerintah, aparat atau siapapun yang berwenang untuk membantu menangkap beruang ini karena sudah banyak jadi korban. Warga tidak membunuh beruang karena takut dihukum penjara, karena katanya beruang masuk dalam hewan dilindungi tidak boleh dibunuh," harapnya

Penulis: Edison
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved