Berita Prabumulih

Listrik Padam, Sejumlah Pelayanan di Prabumulih Terganggu

Pemadaman listrik yang terjadi di kota Prabumulih khususnya kawasan Kecamatan Cambai pada Kamis (12/7/2018) sejak sekitar pukul

Listrik Padam, Sejumlah Pelayanan di Prabumulih Terganggu
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Warga ketika mengantri pendaftaran pembuatan SKCK di SPKT Polres Prabumulih setelah sebelumnya listrik padam hingga lebih dari dua jam, Kamis (12/7/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Pemadaman listrik yang terjadi di kota Prabumulih khususnya kawasan Kecamatan Cambai pada Kamis (12/7/2018) sejak sekitar pukul 09.30 hingga 12.10, dikeluhkan banyak warga.

Pasalnya, akibat pemadaman listrik tersebut membuat beberapa fasilitas pelayanan kepada masyarakat di sejumlah instansi menjadi terganggu.

Pantauan Tribunsumsel.com, akibat pemadaman listrik dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Prabumulih membuat pelayanan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang sedang padat didatangi warga mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), di Pengadilan dan pelayanan pembuatan KTP di Pemkot Prabumulih menjadi terhenti.

Akibat pemadaman tersebut, masyarakat harus menunggu hingga berjam-jam untuk menyelesaikan keperluan mengurus berkas baik untuk persiapan melamar pekerjaan, untuk pencalegan, maupun mengurus identitas untuk berobat dan keperluan lainnya.

Pemadaman yang dilakukan PLN tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas itu, juga membuat warga harus bolak-balik ke kantor-kantor pelayanan tempat mengurus berkas.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga lantaran selain harus menunggu lama juga membuat warga harus keluar kocek alias duit cukup banyak.

"Saya dari pagi datang dan antri mau mengurus SKCK untuk pencalonan legislatif, belum selesai urusan sudah mati lampu, jadi terhambat, padahal kita mau cepat," ungkap Syamsul Mayer, bakal calon legislatif Kabupaten Muaraenim Dapil 3 (Lembak, Gelumbang dan sekitarnya-red) ketika mengurus SKCK ke Polres Prabumulih.

Menurut Syamsul, pihaknya meminta pihak PLN agar menyampaikan pemberitahuan lebih dulu sebelum melakukan pemadaman listrik sehingga warga bisa mengantisipasi sebelum melakukan pengurusan pelayanan.

"Karena bersamaan dengan kita kemarin ada yang dari jauh datang, harus menunggu lama dan ada juga yang datang dengan meninggalkan anak di rumah sehingga harus bolak balik, kan kasian," katanya.

Hal yang sama disampaikan Randi, warga kota Prabumulih lainnya ketika diwawancarai di SPKT Polres Prabumulih.

Menurut Randi, akibat pemadaman listrik dirinya terpaksa menunggu sampai 2 jam untuk menyelesaikan pengurusan pembuatan SKCK.

"Pagi tadi (kemarin-red) rame ngurus berkas tiba-tiba mati lampu, bubar galo, kami tepakso nunggu dua jam. Setelah lebih dari dua jam hidup lagi dan antrian buat SKCK rame lagi," katanya.

Sayangnya, pemadaman listrik yang terjadi kemarin belum bisa dikonfirmasi ke pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Prabumulih lantaran pimpinan baru.

"Pimpinan baru ini selalu turun lapangan jadi jarang dikantor," kata pegawai PLN seraya enggan memberikan nomor handphone pimpinan baru PLN tesebut. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help