Home »

Bisnis

» News

Jatuh bangun Tince Rintis Usaha Pempek, Bangga Saat Produknya Masuk Istana

PASCA reformasi akhir 1998 Tince Hartanu Owner Pempek Tince langsung bangkit dari gonjang-ganjing perekonomian dan membuka usaha.

Jatuh bangun Tince Rintis Usaha Pempek, Bangga Saat Produknya Masuk Istana
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Tince Hartanu Owner Pempek Tince memperlihatkan pempek olahannya yang sudah mengantongi sertifikasi Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) binaan Badan Standarisasi Nasional dan Dinas Kelautan Perikanan Sumsel. 

Sejak dulu hingga kini mulai dari bahan, cara membuat hingga penyajian dan pengepakan tidak ada yang berubah dari pempek Tince.

Ukuran pempek, takaran bahan, hingga resep dan pengolahannya tetap sama sehingga menyuguhkan cita rasa pempek yang khas dan beda dengan pempek lainnya serta selalu sama rasanya meski telah 20 tahun berlalu.

"Banyak yang tanya mengapa tidak ada di cabang lain, di kota lain atau melebarkan sayap, saya jawab karena saya bukan mengejar brand tapi kepercayaan karena jika banyak cabang kalau tidak bisa mengontrolnya dengan benar maka bukan untung yang didapat tapi justru kebangkrutan karena beda pengelolanya pasti akan berbeda rasa," ujarnya.

Tince mencontohkan kalau pempek lainnya yang sudah dikelola oleh anak, cucu atau keluarga dengan mengandalkan satu brand pastilah antara pembuatan pempek di satu gerai dengan gerai lainnya berbeda.

Beda ukuran, konsistensi rasa, kekentalan cuka hingga kualitasnya.

Selain cita rasa dan kualitas, Tince juga menjaga kepercayaan konsumen dengan tidak mengurangi jumlah pempek yang packing.

Jika pembeli membayar 10 ya harus tetap dibungkus 10 jangan malah dikurangi.

Apalagi jika pesanannya banyak ratusan bahkan ribuan hingga puluhan ribu malah jumlahnya dikurangi dengan anggapan konsumen tidak akan menghitung jumlahnya sehingga tidak tahu kalau jumlahnya dikurangi.

"Saya wanti-wanti pegawai saya kalau sampai pengemasan pempek kurang maka harus tanggung risikonya karena saya tidak pernah memerintahkan mengurangi jumlah pempek yang dipesan," tambah wanita paruh baya ini.

Soal rasa dan kualitas pun dikatakannya banyak pejabat negara yang akan makan di toko pempeknya sehingga petugas kesehatan dan keamanan kerap datang mendadak mengetes kandungan pempeknya dan baginya silakan saja mau dites kapan saja boleh karena dia memastikan semua kehigienisan dan pembuatannya tanpa pengawet.

"Waktu resepsi anak Pak SBY Agus dan Anisa Pohan pempek, model dan tekwan yang memasoknya dari Tince begitu juga acara kenegaraan lainnya."

Tahu sendiri bagaimana prosedur keamanan jamuan istana negara tapi lolos karena memang sesuai standar. Ini semua berkat kerja keras semua anggota keluarga sebab saya tidak bisa sejauh ini kalau tanpa dukungan keluarga," kata Tince Hartanu.(tnf)

Penulis: Hartati
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help