Jokowi ke Palembang

Dirjen PPMD Kemendes Pantau Pelaksanaan PKT Desa di Banyuasin

Untuk memastikan kesiapan pelaksaan PKT (Padat Karya Tunai) Desa yang menjadi lokus kunker Presiden Jokowi besok, Dirjen PPMD (Pembangunan

Dirjen PPMD Kemendes Pantau Pelaksanaan PKT Desa di Banyuasin
ist
Dirjen PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kemendes PDTT, Taufik Madjid (kiri) pantau langsung ke lokus Desa. 

TRIBUNSUMSEL.COM  - Untuk memastikan kesiapan pelaksaan PKT (Padat Karya Tunai) Desa yang menjadi lokus kunker Presiden Jokowi besok, Dirjen PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kemendes PDTT, Taufik Madjid pantau langsung ke lokus Desa.

Monev tersebut lebih dimaksudkan untuk memastikan kebijakan Presiden Jokowi melalui Tupoksi Kementerian Desa PDTT dalam konteks pengawalan Dana Desa dalam program PKT (Padat Karya Tunai) Desa benar-benar dapat terlaksaan dengan baik. (12/07/18).

Dirjen berharap, Padat Karya Tunai Desa yang merupakan program Pro Rakyat perlu didorong bersama dengan berbagai langkah strategis dan taktis, mulai dari sosialisasi kepada stakeholder Desa hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaannya, sehingga Dana Desa tersebut menjadi daya ungkit bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kasubdit PKMD (Pengembangan Kapasitas Masyarakat Desa), Direktorat PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa), Kemendes PDTT, Nursaid yang didampingi Kadis PMD Sumsel, Yusnin, Koordinator Program Provinsi, Zulkarnain, Konsultan Nasional P3MD, Arwani, Tim Tenaga Ahli KPP dan Tenaga Pendamping Desa, bahwa kunker Tim Kemendes ini untuk memastikan lokus Desa yang melaksanakan PKT di Kabupaten Banyuasin. Adapun lokus sampel Desa adalah Desa Sungai Pinang dan Desa Pangkalan Gelebak, keduanya di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Nursaid menambahkan, lokasi Desa yang hendak dikunjungi dinilai cukup strategis dan tidak terlalu jauh dari titik kunker Presiden.

"Dengan program PKT Desa diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat miskin, pengangguran/setengah pengangguran di Desa sehingga Dana Desa lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat", kata Nursaid.

Menurut Kades Pangkalan Gelebak, Cutin, Desanya telah menerima total Dana Desa sejak 2015 - 2018 sebesar Rp 2.586.994.108, dengan rincian: Tahun 2015 sebesar Rp. 270.655.000, Tahun 2016 sebesar Rp. 606.955.000, Tahun 2017 meningkat menjadi Rp. 772.902.050, dan Tahun 2018 meningkat lagi menjadi Rp. 936.482.058.

Tahun ini Dana Desa yang diterima di Desa tersebut digunakan untuk melaksanakan PKT berupa berbagai kegiatan, yaitu: Pengecoran Jalan Desa sepanjang 300 M X 3 M X T 20 CM, dengan biaya sebesar Rp. 284.133.380, untuk upah tenaga kerja sebesar Rp. 86.432.000 setara HOK 30 %, dan dilaksanakan selama 30 Hari.

Selain itu juga DD sebesar Rp. 200.613.134, digunakan untuk pembangunan pengecoran jalan sepanjang 290 M, upah tenaga kerja sebesar Rp. 62.123.000 setara HOK 30 %, dan diselesaikan selama 30 Hari.

Selanjutnya, pembangunan Posyandu/Polindes sebesar Rp. 73.735.000, upah tenaga kerja sebesar Rp. 28.600.000. Selain itu untuk pembangunan Jamban sebanyak 30 Unit untuk 30 KK, dengan bjaya sebesar Rp. 68.559.000, dan upah tenaga kerja sebesar Rp. 20.234.000.

Dana Desa juga digunakan untuk membangun Jalan Timbun Tanah Kampung sebesar Rp. 102.445.000 sepanjang 94 M dan Lebar 3 M, upah tenaga kerja sebesar Rp. 29.004.480 dan dikerjakan selama 30 Hari. Kades juga katakan, DD digunakan untuk membangun Lantai Keramik gedung PAUD sebesar Rp. 19.701.000 seluas 80 M2., upah tenaga kerja sebesar Rp. 4.796.880 dan dikerjakan selama 30 Hari.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menteri Desa atas adanya Dana Desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa kami", pungkasnya.

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved