Home »

Bisnis

» News

Jumlah Pempek Ber-SNI di Palembang Kini Telah Bertambah, Ini yang Berhasil Mendapatkannya

Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan berhasil menambah

Jumlah Pempek Ber-SNI di Palembang Kini Telah Bertambah, Ini yang Berhasil Mendapatkannya
TRIBUNSUMSEL.COM/MELISA WULANDARI
Pempek kecil campur Ikan Belida 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan berhasil menambah jumlah pelaku usaha pempek yang mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebelumnya ada dua pempek yang sudah mengantongi SNI yakni Pempek Rizky di 3-4 Ulu dan Pempek Honey di Jakabaring, kini pempek Tince di Jalan Mayor Ruslan Tugu Mulyo juga sudah mengantongi sertifikasi SNI setelah enam bulan mendapat bimbingan dari BSN Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional wilayah Sumatera Selatan.

"BSN bukan cuma bertekad majukan kualitas dan standarisasi pempek tapi juga menduniakan pempek dengan akan menyelenggarakan pecahkan rekor MURI penyajian pempek ber-SNI terbanyak 18.818 butir, sekaligus turut memeriahkan Asian Games 2018," ujar Febi Amanda, Wakil Kepala Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional wilayah Sumatera Selatan, Rabu (11/7/2018).

Dikatakan Febi pempek Tince dikenal dengan rasanya yang enak dan lembut karena memang dibuat dengan bahan baku ikan gabus segar dan berkualitas apalagi dipadu dengan cuko yang pedasnya pas.

Kelezatan Pempek Tince pun sudah terbukti, tahun 2005 sudah lolos dapur Istana Kepresidenan RI dan pernah menjadi sajian resmi di acara resmi Presiden.

Jika sudah masuk istana pastinya kualitasnya sudah teruji.

Untuk mendapatkan SNI, dijelaskan Febi membutuhkan sejumlah persyaratan. Pertama harus disiapkan adalah legalitas atau perijinan, baik SIUP, IUP (Ijin Unit Pengolahan Produk Perikanan), Tanda Daftar/Sertifikat Merek, dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan Produk Perikanan (SKP). Disamping itu proses produksi juga harus paling tidak menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices) atau CPIB (Cara Produksi Produk Olahan Ikan yang Baik).

Untuk pengujian sampel bahan baku ikan dan pempek yang sudah jadi, dilakukan sesuai SNI, mulai suhunya, paramater aman atau baku kandungan mikroba berbahaya, kandungan logam berat, ditambah uji organoleptik atau sensori (uji indera). Satu lagi yang paling penting adalah uji air yang digunakan sebagai bahan baku adonan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI.

Pempek Tince yang mulai dirintis sejak 1998 komitmen menjaga kualitas bahan baku, ditambah sejak dibina SNI oleh BSN dan Dinas tahun 2017, baik bahan baku maupun pempek yang sudah jadi semuanya sudah lolos uji laboratorium yang duakreditasi KAN. Selain itu, proses produksi di dapur juga dilakukan sesuai SNI, yaitu harus selalu terjaga higenisanya dan sanitasinya.

Setelah SNI, Pempek Tince yang mampu memproduksi 2 ton per bulan ini, bertekad untuk meraih sertifikat Halal. Tujuannya satu agar kuliner tradisional khas Palembang ini makin digemari masyarakat, tidak hanya di Palembang dan Indonesia tapi juga mancanegara.

"Asian Games adalah momen yang tepat mendunikan Pempek dan pempek Tince siap melakukan itu agar bukan hanya disukai selera lokal tapi juga mancanegara," harapnya.

Penulis: Hartati
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help