Advertorial

SMK PP N Sembawa Melakukan Bimbingan Teknis Wirausaha

PWMP merupakan program tahunan yang dilakukan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada siswa yang diharapkan dapat melekat

SMK PP N Sembawa Melakukan Bimbingan Teknis Wirausaha
rel
Mencetak generasi muda yang pintar berwirausaha adalah salah satu tujuan dari dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar di SMKPP N Sembawa. Bertujuan untuk mewujudkan itu pada hari jum’at tanggal 6 Juli 2018 SMKPP N Sembawa melakukan kegiatan bimbingan teknis kewirausahaan kepada 14 siswa yang terpilih pada program Pekan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Mencetak generasi muda yang pintar berwirausaha adalah salah satu tujuan dari dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar di SMKPP N Sembawa. Bertujuan untuk mewujudkan itu pada hari jum’at tanggal 6 Juli 2018 SMKPP N Sembawa melakukan kegiatan bimbingan teknis kewirausahaan kepada 14 siswa yang terpilih pada program Pekan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

PWMP merupakan program tahunan yang dilakukan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada siswa yang diharapkan dapat melekat sampai nanti lulus dari SMK PP N Sembawa.

Kegiatan bimtek PWMP tersebut dimulai dengan pembukaan oleh bapak Drs. Abd. Ghofur selaku WK. Keiswaaan SMKPP N Sembawa. Beliau melaporkan bahwa sampai saat ini terdapat 14 kelompok PWMP yang setiap kelompok diikuti oleh 3 sampai dengan 5 siswa. Dari 14 kelompok tersebut 2 kelompok termasuk dalam tahap penumbuhan, 2 kelompok pada tahap pengmbangan dan 10 kelompok pada tahap kemandirian.

Kegiatan bimtek PWMP dilanjutkan dengan arahan dari bapak kepala sekolah Ir. Mattobi’I, M.P. Beliau mengatakan bahwa saat ini lulusan SMKPP N Sembawa kurang sesuai dengan tujuannya. Lulusan SMK PP N Sembawa dengan dibekali ilmu keterampilan seharusnya banyak yang terjun ke dunia wirausaha. Akan tetapi faktanya 60% dari lulusan rata-rata melanjutkan pendidikan ke universitas walaupun memang tidak ada larangan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

Bapak kepala sekolah juga menyatakan bahwa kegiatan PWMP yang sudah berlangsung sejak 3 tahun yang lalu belum menunjukan keberhasilan yang signifikan. Belum ada kelompok yang melaporkan mampu mendapat kuntungan yang  berarti, malah banyak kelompok PWMP yang melaporkan bahwa kegiatan wirausaha yang dilakukan mengalami kerugian. Hal tersebut karena siswa yang tergabung dalam kegiatan PWMP masih kurang inisiatif dan masih harus diperintah.

“Apalagi yang kurang, modal diberikan, guru pembimbing ada, lahan untuk berwirausaha luas, yang dibutuhkan tinggal niat dan tekat yang kuat untuk menjadi penguasaha” tegas bapak kepala sekolah. Bapak kepala sekolah berharap 14 siswa yang ikut kegiatan bimtek ini mempunyai motivasi yang tinggi dan mampu membuktikan bahwa bisa sukses dengan berwirausaha.

Kegiatan bimtek akan dilaksanakan selama tiga hari yang akan berakhir pada hari minggu 8 Juli 2018. Setelah kegiatan arahan dari bapak kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan langsung dari bapak Yudi yang merupakan alumni sekaligus penguasa sukses. Kegiatan bimbingan meliputi pemberian motivasi kepada siswa,  tatacara memulai usaha, mengemas produk, menarik minat pembeli, dan cara memasarkan produk.

Tim redaksi sempat mewawancarai salah satu guru pembimbing PWMP yaitu ibu Siwi Purwati, M.Pd untuk mengatahui informasi lebih detail mengenai kegiatan bimtek yang dilakukan. Beliau menyatakan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan bimtek ini adalah yang tergabung pada kelompok penumbuhan dan kelompok pengembangan. Untuk kelompok pengembangan yang terdiri dari 2 kelompok ada 1 kelompok yang bergerak dibidang usaha ternak unggas dan 1 kelompok yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Kelompok usaha ternak unggas melakukan usaha budidaya ayam broiler dan budidaya ayam kampung ( Joper dan Kampung Unggul Baru). 1 kelompok lagi bergerak pada bidang pengolahan pangan yaitu membuat produk sale pisang.

Kelompok penumbuhan juga teredapat 2 kelompok yang merupakan gabungan dari siwa perkebunan, tanaman pangan dan pengolahan hasil. Kelompok penumbuhan fokus pada usaha sayuran organik yang langsung diolah menjadi produk pangan. Misalnya menanam bayam organik kemudian hasil panen bayam tersebut langsung diolah menjadi keripik bayam. 

Ibu Siwi  mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh siswa yang tergabung pada kelompok PWMP ini adalah pemasaran. Produksi banyak namun tidak mampu memasarkan maka akan berdampak pada kerugian dari usaha itu sendiri. Misalnya pada ternak ayam, saat penjualan melebihi dari batas usia panen (bobot ayam terlalu besar) maka minat beli masyarakat kurang dan terpaksa harus menurunkan harga jual. Maka dari itu peran dari itu salah satu peran dari guru pembimbing adalah membantu melakukan pemasaran produk.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved