Pilpres 2019

Komentar TGB soal Masa Depannya di Demokrat usai Dukung Jokowi

TGB terang-terangan mengatakan bahwa apapun yang terjadi harus disyukuri.

Komentar TGB soal Masa Depannya di Demokrat usai Dukung Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur NTB TGB Zainul Majdi memberikan sambutansaat acara pembentukan Aliansi Strategis Alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk 'Bangun Bangsa', di Jakarta, Rabu (21/2/2018). Alumni Al Azhar Mesir bersama Alumni ITB berikrar untuk bekerja bersama bahu membahu membangun kemandirian bangsa dan negara di berbagai bidang sesuai dengan arah cita- cita pendiri bangsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNSUMSEL.COM-Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) menyatakan bahwa dirinya berharap masih di Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas TV, TGB terang-terangan mengatakan bahwa apapun yang terjadi harus disyukuri.

"Soal resiko dukung Pak Jokowi, saya tidak merasa gimana-gimana, biasa-biasa saja, saya menjalani ini dengan banyak syukur dan bersabar, dan selama menyampaikan sesuatu berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai islam, apapun bisa dihadapi," ujarnya.

Saat ditanya resiko harus keluar dari Partai Demokrat, TGB berharap itu tidak terjadi.

"Mudah-mudahan tidak sampai seperti itu, setiap orang punya rasionalitas masing-masing," ujar TGB yang saat ini menjadi majelis tinggi di partai Demokrat.

 Soal Partai Setan dan Partai Allah, TGB: Saya Tidak Setuju, Itu Salah Konteks

Diberitakan sebelumnya dari Kompas TV, TGB telah memutuskan untuk mendukung Jokowi maju dalam Pilpres 2019.

Keputusan tersebut merupakan sikap pribadinya dan tidak mewakili pihak manapun.

TGB menyatakan, apa yang ia sampaikan adalah semata-mata untuk kepentingan dan kemaslahatan warga Nusa Tenggara Barat.

TGB mengaku, keputusan itu ia ambil setelah 4 tahun ia melihat adanya pecah belah umat, terutama pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah.

"Keputusan ini saya ambil setelah empat tahun saya melihat, menilai dan juga pasca pemilukada serentak kemarin terutama. Saya melihat di beberapa daerah, pembelahan itu sudah begitu terasa."

"Jadi pembelahan antar umat ini luar biasa. Satu mengklaim dialah aspirasi umat dan yang lain bukan umat dan bahkan dengan narasi-narasi dan wacana yang merusak persaudaraan kita," ungkap TGB.

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved