Berita Lubuklinggau

Baru Sepekan, 1000 Caleg Tercatat Jalani Tes Kesehatan di RSUD Siti Aisyah

Antrian panjang para bakal calon legislatif (bacaleg) di RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau yang menangani Kabupaten

Baru Sepekan, 1000 Caleg Tercatat Jalani Tes Kesehatan di RSUD Siti Aisyah
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Suasana para Bacaleg mengantri untuk mengikuti test kesehatan di RSSA Kota Lubuklinggau. 

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU -- Antrian panjang para bakal calon legislatif (bacaleg) di RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau yang menangani Kabupaten Musirawas, Muratara, Lubuklinggau, Empat Lawang masih terjadi sejak di mulai sepekan lalu.

Direktur RSUD Siti Aisyah, Mast Idris mengatakan jika pihaknya hanya menjalankan keputusan KPU, sebagai rumah sakit rujukan regional untuk melakukan pemeriksaan kepada bacaleg yang menaungi empat Kabupaten.

"Ada tiga jenis tes yang harus dihadapi bacaleg, yakni pemeriksaan fisik atau dasar, narkoba, dan psikologis," kata Mast Idris pada Tribunsumsel.Com,Senin (09/07).

Untuk melayani bacaleg, RSUD Siti Aisyah menyiapkan empat orang dokter, 25 orang perawat, delapan operator IT, dan lima orang petugas laboratorium.

Meski begitu, pihaknya tetap merasa kewalahan karena tidak adanya jadwal khusus yang dibuatkan KPU bagi bacaleg yang akan melakukan pemeriksaan.

"Seperti Muratara, itu diatur KPUnya pada hari Selasa. Kemudian Rabu Golkar, tidak ada pengaturan jadwal khusus, jadi siapa mau test langsung datang saja," ucapnya.

Mengenai proses pemeriksaan, ia menuturkan harus diselesaikan dalam satu hari. Setelah semua proses selesai, hasilnya pun bisa dlangsung diterima.

"Dari awal sampai dengan hari ini Bacaleg yang sudah melakukan test kesehatan kurang lebih sudah 1000 orang, kalau totalnya tergantung kabupaten masing-masing" kata dia.

Dari ketiga tes yang dilakukan, menurutnya hanya tes psikologi yang cukup memakan waktu. Per orang wajib mengikuti tes tertulis selama 30 menit.

"Makanya itu kami buat di ruangan khusus yang bisa menampung langsung 100 orang. Itu tes tertulis masuk rangkaian psikotes, misal untuk mengetahui kepribadian masing-masing Bacaleg," katanya.

Ketika disinggung dari 1000 orang yang telah menyelesaikan test kesehatan itu, berapa banyak caleg yang tidak lulus test kejiwaan. Mast Idris mengaku tidak tahu.

"Kalau mau tanyakan langsung dengan psikologinya, apakah ada yang tidak layak atau tidak, kita hanya menandatangani saja," ucapnya. 

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help