Berita Prabumulih

Kavlingan Makin Menjamur di Prabumulih, Harga Tanah Terus Merangkak Naik

"Sekarang lemak jalan sudah di cor, tanah yang dulunyo rame kebun karet jadi perumahan dan kavlingan,"

Kavlingan Makin Menjamur di Prabumulih, Harga Tanah Terus Merangkak Naik
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Tanah kavlingan yang ada tak jauh dari Citimall kota Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kota Prabumulih sebagai kota perlintasan dan terus merangkak maju, membuat banyak masyarakat khususnya dari luar maupun dalam kota terus berbondong-bondong menambah asset dengan berburu tanah kavlingan.

Tidak hanya di kawasan strategis namun makin menjamurnya tanah kavlingan yang diburu khususnya di kawasan baru yang didirikan pusat perbelanjaan Citimall di kawasan Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, disekitar kawasan Citimall kota Prabumulih yang dulunya hutan belantara menjadi ramai dan telah terkotak menjadi kavlingan-kavlingan.

Tidak hanya di bagian depan atau seberang pusat perbelanjaan itu namun di bagian belakang yang tembus ke Kelurahan Cambai telah banyak kavlingan.

Hebatnya, jika harga dulunya per kavling tanah ukuran 10×12 atau 10×10 m hanya kisaran Rp 10-15 juta menjadi naik Rp 20-60 juta. Bahkan untuk kavlingan tanah di pinggir jalan dari belakang Citimall tembus kelurahan Cambai mencapai Rp 60-80 juta. Namun meski harga tergolong mahal tetap saja masih diburu para warga.

"Sekarang ini berebut pak, lagi semak-semak jurang lagi dibeli wong apolagi tanah datar, sekarang ini katonyo bae susah tapi wong nyimpan tanah banyak," ujar Rizal, satu diantara warga kota Prabumulih ketika diwawancarai, Jumat (6/7/2018).

Rizal mengatakan, pihaknya bersyukur dengan dibukanya citimall di kota Prabumulih membuat wilayah di kawasan tersebut menjadi ramai dan berkembang. "Sekarang lemak jalan sudah di cor, tanah yang dulunyo rame kebun karet jadi perumahan dan kavlingan," katanya.

Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Prabunulih, Jakun Edi ketika diwawancarai wartawan belum lama ini mengakui jika dikawasan pusat perbelanjaan citimall ramai transaksi jual beli tanah lantaran kawasan itu mulai berkembang.

"Tidak hanya itu berdasarkan pengamatan kita disana harga tanah di sana mengalami peningkatan mencapai 50 persen dari sebelum adanya pembangunan pusat perbelanjaan itu," ujarnya.

Kepala BPN mengatakan, meski demikian harga tanah harus mengacu ke Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang merupakan aturan pemerintah dan berakibat pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). "Jadi yang mendasari harga pasar itu juga ditentukan oleh NJOP dan kesepakatan kedua belah pihak," katanya seraya menghimbau kepada para developer untuk melakukan penjualan mengacu pada NJOP.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help