Berita PALI

Teriakan RA Akhiri Aksi Bejad Sarifudin Saat Cabuli Teman Anak di Pinggir Sungai di PALI

Ketua Badan Permuasyawaran Desa (BPD) di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),

Teriakan RA Akhiri Aksi Bejad Sarifudin Saat Cabuli Teman Anak di Pinggir Sungai di PALI
TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Sarifudin (tengah) saat diamankan petugas Polsek Penukal Abab. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Ketua Badan Permuasyawaran Desa (BPD) di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ahmad Sarifudin (44) ditangkap polisi, Senin (2/7).

Dia dilaporkan telah mencabuli remaja berusia 15 tahun, yang tidak lain adalah teman anaknya sendiri.

Kejadian bermula ketika pada Jumat (29/6) lalu sekitar pukul 15.00, korban berinisial RA diajak Sarifudin ke rumahnya menggunakan sepeda motor untuk bermain dengan anaknya.

Namun di tengah jalan, tepatnya di pinggir sungai dusun II desa tersebut, ia menghentikan kendaraannya.

Selanjutnya, Sarifudin memaksa korban untuk membuka seluruh pakaian korban, kemudian melakukan hal yang tidak senonoh terhadap korban.

Namun saat itu, korban berteriak. Karena takut aksinya ketahuan warga, Sarifudin mengakhiri aksi bejadnya.

"Saat dia (korban, red) berteriak saya baru sadar kalau kelakuan saya ini salah dan sebelumnya khilaf. Setelah itu, dia saya suruh memakai seluruh pakaiannya dan saya antarkan pulang ke rumah," kata pelaku di hadapan petugas, Rabu (4/7).

Setelah sampai di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya, lalu melaporkan ke pihak kepolisian dan melakukan visum.

Setelah dilakukan visum barulah pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku kita amankan pada Senin (2/7), dan sekarang pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti berupa pakaian korban dan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjemput korban," kata Kapolsek Penukal Abab IPTU Acep YS, melalui Kanit reskrimnya Ipda Muhammad Arafah SH.

Dikatakan Ipda Arafah menjelaskan, pelaku akan dikenakan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 perubahan kedua atas pasal undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.

"Pelaku kita kenakan ancaman pasal 82 ayat 1 nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara," jelas Arafah. (aww)

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help