Berita Baturaja

Pasien Bertambah, RSUD Ibnu Soetowo Baturaja Hanya Punya 1 Dokter Spesialis Mata

Kamis (5/7) pagi puluhan orang berkumpul di depan lokasi antrian nomor urut di Poli Mata

Pasien Bertambah, RSUD Ibnu Soetowo Baturaja Hanya Punya 1 Dokter Spesialis Mata
Tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
Pasien Bertambah, RSUD Ibnu Soetowo Baturaja Hanya Punya 1 Dokter Spesialis Mata 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Kamis (5/7) pagi puluhan orang berkumpul di depan lokasi antrian nomor urut di Poli Mata, RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU).

Keluhan disampaikan lantaran calon pasien mengaku kesulitan mendapatkan nomor antrian untuk berobat mata.

Pihak RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, melalui Turipno selaku Humas RSUD mengatakan mereka meminta maaf kepada pasien mata.

Pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan semaksimal mungkin agar setiap pasien yang datang bisa terdaftar.

Namun kata Turipno, dokter mata yang dimiliki oleh RSUD hanya satu orang serta RSUD Ibnu Sutowo menjadi rumah sakit rujukan dari OKU Timur, OKU Selatan, OKU bahkan Waykanan, jadi otomatis pasien membeludak.

Kondisi saat ini, pasien di poli mata meningkat sedangkan dokter spesialis mata hanya 1 orang.

Karena itu terpaksa dibatasi hanya sampai 50 orang/hari.

Untuk pemberitahuan, sudah ditempel di dinding. Dari komplain pasien, akan dibicarakan kembali.

Tapi yang jelas, manajemen tidak ada niat menelantarkan pasien atau lihat antrian seperti ini.

Pihaknya juga sudah berkirim surat permintaan spesialis mata ke ke kementerian kesehatan, dan gubernur Sumsel.

Turipno juga mengatakan jika pihak rumah sakit saat ini sudah memberlakukan siapa yang terlebih dahulu datang dia yang mendapat nomor antrian.

"Sudah kita berlakukan hal tersebut siapa yang duluan datang dia yang mendapatkan nomor antrian. Kita tidak pilih-pilih pasien. Semua pasien kita layani sama,"kata Turipno.

Sumber di lapangan seorang calon pasien sudah datang sebelum antrian dibuka oleh satpam jaga poli mata, namun saat buka nomor antrian tidak ada lagi.

Padahal pihak rumah sakit telah menetapkan buka pendaftaran pukul 05.00 WIB namun pada prosesnya,

warga yang datang pukul 03.00 WIB tidak mendapatkan nomor antrian dengan alasan nomor antrian untuk poli mata sudah habis.

Baca:

Tahun 2018 Ini Pemkab Lahat Tak Rekrut CPNS

Ledakan Bom di Pasuruan : Ini Kronologis Kejadian dan Identitas Pelaku Bom di Bangil Pasuruan

Bom Pasuruan : Fakta-fakta Ledakan Bom di Pasuruan, Pelaku Sempat Kejar Kapolsek dan Lempar Ransel

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help