Berita Lubuklinggau

Partisipasi Pemilih Cuma 73 Persen Pada Pilkada Serentak 2018 di Lubuklinggau, KPU Lapang Dada

Ternyata, berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel)

Partisipasi Pemilih Cuma 73 Persen Pada Pilkada Serentak 2018 di Lubuklinggau, KPU Lapang Dada
IST
Pilkada Serentak 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Gelaran Pilkada serentak di Kota Lubuklinggau telah selesai.

Pemenang Pilkada dengan raihan suara terbanyak dimenangkan pasangan nomor urut 2 SN Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar dengan perolehan 62.917 suara.

Kemudian posisi kedua pasangan nomor urut 3, Rustam Effendi dan Riezki Aprilia dengan raihan suara sebanyak 41.179 suara.

Dan raihan suara terendah, yakni pasangan nomor urut 1, H Toyeb Rakembang dan Sofyan dengan raihan suara sebanyak 7.886 suara.

Ternyata, berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau itu, partisipasi pemilih hanya 114.772 suara dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 155.153 jiwa.

Sementara KPUD Kota Lubuklinggau sebelumnya mematok dan menargetkan tingkat partisipasi masyarakat bisa mencapai 85 persen dengan jumlah anggaran yang cukup pantastis yakni sebesar Rp 26 Miliar.

Ketua KPU Kota Lubuklinggau Efriadi Suhendri sendiri mengakui jika target 85 persen partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak pemilihan Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel serta pemilihan Walk Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau tidak tercapai.

Meskipun tidak tercapai, namun ia cukup bangga karena partisipasi pemilih tembus diangka 73 persen. "Alhamdulillah partisipasi pemilih kita 73 persen," kata Efri usai sidang Pleno, Kamis (04/08).

Menurutnya selama ini pihaknya telah bekerja keras dengan berbagai upaya, supaya partisipasi pemilih di Kota Lubuklinggau tinggi, hanya saja upaya maksimal itu tidak tercapai dan tidak sesuai target.

"Jadi kami terima dengan lapang dada dan diluar kehendak kami sebagai penyelenggara, apalagi berbagai tahapan mulai dari sosialisasi telah kami jalankan," kata Efri.

Efri mengatakan jadi yang terbaik dan tidak terbaik sebenarnya barometernya bukan pada partisipasi pemilih, melainkan keamanan dan kondusifitas selama penyelenggaraan.

"Sepanjang perjalanan dan penyelenggaran Kota Lubuklinggau berjalan sejuk aman dan Indah," ujar Efri. (Joy).

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help