Pilkada Palembang

Dinilai Cacat, Saksi Paslon Sarimuda-Rozak Walkout Minta Pilkada Ulang

Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel dan Pemilihan Walikota (Pilwako)

Dinilai Cacat, Saksi Paslon Sarimuda-Rozak Walkout Minta Pilkada Ulang
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
Dinilai Cacat, Saksi Paslon Sarimuda-Rozak Walkout Minta Pilkada Ulang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --- Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel dan Pemilihan Walikota (Pilwako) Palembang hari pertama di kantor KPU Palembang,

diwarnai aksi walkout sejumlah saksi dari pasangan calon walikota-wakil walikota Palembang nomor urut 2, Sarimuda-Abdul Rozak.

Mereka menyatakan walkout atau mundur dari proses rapat pleno rekapitulasi suara di KPU Palembang, karena dinilai pilkada Palembang cacat hukum. Saksi paslon 2 juga meminta KPU Palembang menggelar pilkada ulang.

Menurut saksi paslon 2, Kuwatno dan Tajudin menilai pilkada Palembang cacat hukum dan tidak fair. Setidaknya ada 12 poin alasan yang diajukan pihak Sarimuda- Abdul Rozak.

Dimana tuntutan mereka, penyeIenggaraan Pilkada Kota Palembang tanggal 27 Juni 2018, cacat hukum.

Menolak dan membatalkan hasil pilkada Palembang tanggal 27 Juni 2018 lalu, dan KPU Kota Palembang agar melaksankan Pilkada ulang Kota Palembang.

Dimana 12 poin dengan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Dari penetapan DPS. DPS-HP, DPT tanggal 19 Mei 2018, DPT-HP, masih terdapat 278.132 pemilih ganda.

2. KPU Kota Palembang tidak menindaklanjuti Rekomendasi Panwaslu Kota Palembang tertanggal 18 Juni 2018, terbukti banyaknya DPT ganda.

3. Pemilih ganda sebanyak 78.132, mengakibatkan banyak warga Kota Palembang yang tidak masuk dalam DPT.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help