Berita Prabumulih

Oknum Lurah di Prabumulih Ini Minta Warga Bayar Rp 100 Ribu Urus Surat Keterangan Nikah

Apa yang dilakukan oknum Lurah kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara, tidak pantas untuk ditiru.

Oknum Lurah di Prabumulih Ini Minta Warga Bayar Rp 100 Ribu Urus Surat Keterangan Nikah
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Oknum Lurah di Prabumulih Ini Minta Warga Bayar Rp 100 Ribu Urus Surat Keterangan Nikah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Apa yang dilakukan oknum Lurah kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara, tidak pantas untuk ditiru.

Pasalnya, oknum lurah inisial SJ tersebut diduga meminta uang pungutan liar (pungli) terhadap warga yang hendak mengurus surat keterangan atau pengantar nikah ke Kantor Urusan Agama (KUA) sebesar Rp 100 ribu.

Hal itu dialami calon pengantin yakni Dedi Saputra (31), warga asal kota Palembang ketika mengurus surat pengantar nikah, pada Kamis (28/6/2018) lalu.

Aksi percobaan pungli itu gagal dilakukan sang oknum Lurah lantaran Dedi Saputra tidak memenuhi uang yang diminta dan mengancam akan membawa hal itu ke pihak berwajib.

"Jadi awalnya saya bersama calon istri saya Fitri akan mengurus Form Surat Keterangan Nikah (Model N-1), Surat Keterangan Asal Usul (N-2), Surat Persetujuan Mempelai (N-3) dan Surat Keterangan tentang Orang Tua (N-4) dikantor lurah.

Usai semua surat ditanda tangani dan di cap basah oleh lurah, beliau (Lurah-red) malah eminta uang Rp 100 ribu," ungkap Dedi kepada wartawan.

Dedi mengatakan, saat itu dirinya hanya memberi lurah uang Rp 50 ribu sebagai tanda terimakasih lantaran uangnya habis mengurus keperluan nikah,

namun diberi uang sang lurah malah menolak. "Beliau nolak bukan tidak mau tapi menolak karena kurang, saya disuruh pulang untuk mencukupi nominal Rp 100 ribu," kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menuturkan, saat itu dirinya sempat menawar tarif administrasi yang diminta, namun sang oknum lurah tetap bersikeras meminta Rp 100 ribu.

"Saya beri sebungkus rokok juga tidak mau, beliau itu juga mengatakan, coba kamu tanya ke seluruh Lurah di Prabumulih tarif administrasinya Rp 100 ribu mengurus surat itu," beber Dedi menirukan gaya bicara oknum lurah.

Mendengar ucapan sang Lurah, Dedi kemudian meninggalkan Kantor Lurah dan mengancam akan melaporkan percobaan pungli tersebut ke pihak berwajib.

"Sebelum meninggalkan Kantor Lurah, saya sempat mengatakan kepada pegawai disana akan melaporkan percobaan pungli itu ke pihak berwajib. Tapi tidak lama berselang ada petugas dari Kelurahan yang menghubungi untuk mengambil menyerahkan form atau berkas," katanya.

Terpisah, Lurah Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara, Satria Jaya SE ketika dikonfirmasi wartawan mengakui terkait dugaan percobaan pungli yang dilakukannya terhadap warga itu dan berdalih uang administrasi itu akan digunakan untuk makan pegawai yang ada di kantor kelurahan.

"Ya, biasalah untuk anak-anak dikantor makan. Tidak ada aturan baik itu UU atau Peraturan Walikota maupun Perda yang mengaharuskan membayar administrasi sebesar Rp 100 ribu, itu hanya inisiatif saya saja," katanya kepada media sambil tertunduk malu.

Baca:

Iseng Sapa Fans Saat Live, Aurel Hermansyah Tak Makeup dan Berbaju Minim, Ketiaknya Gitu

Ini Bukti Sayang Azriel Hermansyah Kepada Kakaknya Sampai Tutupi Bagian Tubuh Aurel yang Terbuka ini

Niat Hati Bercanda dengan Istri, Ucapan Raffi Ahmad Soal Status Nagita Ramai Jadi Sorotan

Penulis: Edison
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help