Berita Prabumulih

Musim Panen, Nanas Banjiri Kota Prabumulih

"Nanas di kota Prabumulih ini masih banyak dan petani banyak menanam nanas, kami jualan tidak pernah putus dari dulu.

Musim Panen, Nanas Banjiri Kota Prabumulih
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Warga ketika memilih buah nanas di lapak pedagang yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Rumah Makan Siang Malam kota Prabumulih, Jumat (29/6/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Anggapan banyak orang yang mengatakan kota Prabumulih tidak pantas lagi disebut sebagai kota nanas, karena para petani tidak lagi membudidayakan sepertinya salah besar.

Terbukti, petani yang membudidayakan buah bersisik tersebut masih cukup banyak dan menjadi alternatif tambahan penghasilan. Tidak hanya itu, para pedagang nanas bahkan tidak pernah berhenti menggelar dagangan buah nanas baik sedang musim maupun tidak.

Para pedagang banyak gelar dagangan khususnya disepanjang Jalan Jenderal Sudirman tepatnya mulai Simpang air mancur hingga SPBU Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

"Nanas di kota Prabumulih ini masih banyak dan petani banyak menanam nanas, kami jualan tidak pernah putus dari dulu. Kalau katanya nanas Prabumulih akan punah itu tidak benar, buktinya ini banyak," kata Ani, satu diantara pedagang buah nanas ketika dibincangi, Jumat (29/6/2018).

Ani mengatakan, pihaknya menjual buah nanas per ikat berisi lima buah dengan harga antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. "Kalau sebelum lebaran kemarin kami jual sampai Rp 35 ribu per ikat berisi lima buah, karena permintaan akan buah nanas baik untuk oleh-oleh warga maupun untuk membuat kue sangat tinggi. Kalau sekarang Rp 30 ribu dan kemungkinan turun karena sekarang sedang musim panen," katanya.

Hal yang sama disampaikan penjual nanas lainnya yang menggelar dagangan di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan RM Siang Malam.

"Nanas kami jual ini dari Prabumulih, nanas Prabumulih beda dengan nanas daerah lain karena lebih manis dan ukurannya besar," ujar pedagang yang enggan namanya diekapos tersebut seraya mengatakan per ikat isi lima buah dijual Rp 30 ribu.

Ibu paruh baya itu mengatakan, pembeli buah nanas tidak hanya pengendara luar kota yang melintas namun juga warga kota Prabumulih khususnya yang memiliki usaha membuat kue atau selai nanas. "Permintaan rutin dari pembeli itu ada dan ada juga dari pembeli luar kota yang melintas tiap harinya. Pembeli lumaian banyak, per hari kita bisa laku puluhan ikat," bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Prabumulih, Syamsurijal ketika dibincangi wartawan mengatakan, petani nanas di kota Prabumulih terus meningkat.

"Petani nanas makin hari makin banyak, karena menjual buah nanas cukup menjanjikan dimana harga bisa mencapai Rp 3000 per buahnya. Ini tentu menambah penghasilan petani dengan menanam selang di antara kebun karet," katanya.

Syamsurijal menuturkan, pihaknya terus memberikan bantuan ke para petani karet, terlebih setiap tahun kota Prabumulih terus mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. "Tahun ini kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan 25 ribu hektar bibit nanas beserta pupuk dan akan dibagikan kepada kelompok masyarakat seperti tahun sebelumnya," tuturnya.

Lebih lanjut Syamsurijal menjelaskan, pemberiam bantuan itu sendiri sebagai upaya untuk menjaga kelestarian nanas yang merupakan ikon kota Prabumulih. "Tentunya kita akan terus melakukan berbagai upaya sehingga kota Prabumulih yang dikenal sebagai kota nanas akan terus terjaga," harapnya.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved