Berita Lubuklinggau

KPUD Lubuklinggau : Orang Sakit Bisa Menyalurkan Suara Lewat Cara Ini

Menggunakan hak suara dalam Pilkada tak hanya diperuntukkan bagi warga yang dalam kondisi sehat. Bagi warga yang sedang terbaring

KPUD Lubuklinggau : Orang Sakit Bisa Menyalurkan Suara Lewat Cara Ini
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Suasana pengepakan suara di KPU Kota Lubuklinggau. 
TRIBUNSUMSEL.COM. LUBUKLINGGAU -- Menggunakan hak suara dalam Pilkada tak hanya diperuntukkan bagi warga yang dalam kondisi sehat. Bagi warga yang sedang terbaring di rumah sakit (RS) dan penyandang disabilitas juga tetap dapat menggunakan hak suaranya.
"Warga yang sedang sakit di RS dapat memilih di RS, petugas KPPS yang akan mendatangi mereka langsung. Sedangkan, penderita disabilitas boleh didampingi orang terdekat," ungkap Divisi Teknis KPUD Kota Lubuklinggau, Gatot, Selasa (26/06).
Menurut Gatot, khusus bagi tuna netra yang tidak bisa melihat surat suara biasa, disiapkan surat suara khusus yang dapat diraba. "Kalau pendampingan ada surat kuasanya, ini berlaku juga bagi manula. Penyandang disabilitas dan manula kita imbau untuk didahulukan," jelasnya.
Sedangkan, bagi warga yang diopname di RS, diminta untuk membawa formulir pindah atau A5 dari tempat mencoblos asal. Nantinya surat ini diserahkan pada TPS terdekat dengan RS dan petugas KPPS membawakan surat suara serta kotak khusus bagi pasien yang sedang menjalani rawat inap.
Aturan ini juga berlaku bagi dokter dan perawat yang harus berjaga di RS saat waktu pencoblosan.
"Dokter dan perawat bisa bergantian datang ke TPS yang lokasinya dekat dengan RS. Syaratnya membawa A5 dari tempat mencoblos asal dan hanya perlu ditunjukkan ke TPS tujuan. Ini juga berlaku bagi warga pendatang," terangnya.
Tak hanya di RS, penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) serta petugas yang berjaga juga diberlakukan aturan tersebut. "Sama seperti di RS, kalau petugas (sipir) bisa ke TPS terdekat, kalau narapidana akan didatangi petugas KPPS," ujarnya.
Selanjutnya, surat suara yang telah dicoblos tersebut akan dibawa kembali ke TPS di dekat RS atau Lapas untuk dihitung.
Gatot mengingatkan TPS mulai membuka pendaftaran sejak pukul 07.00 hingga 13.00. Artinya, jika pukul 13.00 masih ada yang mendaftar, masih dipersilahkan untuk mencoblos.
"Khusus warga yang namanya tidak ada dalam DPT, tetap bisa mencoblos. Silahkan datang ke TPS terdekat dengan membawa KTP asli setelah pukul 12.00. Bisa langsung mencoblos seperti warga lainnya," tuturnya.
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help