Berita Baturaja

Sosialisasi Rekrutmen Bawaslu Kabupaten & Kota Se-Sumsel di OKU Diwarnai Demo

Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Kabupaten dan Kota se-Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan

Sosialisasi Rekrutmen Bawaslu Kabupaten & Kota Se-Sumsel di OKU Diwarnai Demo
Tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
Sosialisasi Rekrutmen Bawaslu Kabupaten & Kota Se-Sumsel di OKU Diwarnai Demo 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Kabupaten dan Kota se-Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan sosialisasi Rekrutmen Bawaslu Sumsel 2018. 

Sebelum sosialisasi dimulai, kegiatan yang dipusatkan di Aula/Auditorium Fisif Universitas Baturaja, Senin (25/6/2018) ini diwarnai aksi demo oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Presesium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) OKU Raya.

Baca: Ini Syarat Jadi Anggota Bawaslu Kabupaten dan Kota se Sumsel

Demo itu sendiri berlangsung persis di depan lokasi sosialisasi Rekrutmen Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Se Sumsel priode 2018-2023.

Ketua BEM OKU Raya, Belly Nurahman, dalam orasinya menyampaikan lima tuntutan dihadapan dua orang Timsel Bawaslu Kab/Kota Provinsi Sumsel.

Baca: Punya Wajah Cantik Bak Berbie, Inilah Penampilan Salmafina Saat SMA. Polos Banget Loh!

Tuntutan pertama mendukung Timsel Bawaslu Provinsi Sumsel untuk menjaga integritas, mengecam keras intervensi partai politik, timsel bawaslu harus mengumumkan hasil (nilai) setiap tahapan seleksi,

mengecam keras anggota timsel yang terindikasi menerima suap dan terlibat korupsi, serta kelima siap berkoordinasi dan aksi bersama BEM Sumsel jika terindikasi ada kecurangan dalam proses seleksi.

"Intinya kami mendesak agar proses seleksi Bawaslu kab/kota se Sumsel ini agar berlangsung jujur dan adil tanpa ada intervensi dari pihak manapun, serta jauh dari praktek kolusi, korupsi dan nepotisme," tegasnya.

Baca: Segera Lamar Paula Verhoeven, Baim Wong Posting Foto Genggam Erat Tangan Kekasih, Minta Doanya

Menyikapi hal itu, anggota Timsel Bawaslu Sumsel, Dr Bambang Sulistio yang juga merupakan Rektor Unbara menegaskan, pihaknya siap memenuhi tuntutan para pedemo.

Bambang menjelaskan, isi timsel tidak ada yang berasal dari partai politik. Komposisinya adalah 80 persen dari kalangan akademisi dan 20 persen prantisi.

Bambang sendiri mengaku, tidak ditugaskan menjadi timsel di wilayah OKU Raya, tetapi diberi amanah di wilayah Muratara.

Baca: PPDB Dibuka, Widodo : Kalau Online Gangguan Sekolah Harus Buka Manual Jangan Persulit Siswa

"Saya priadi juga takut kalau dipercaya menjadi timsel untuk wilayah OKU Raya, karena pesertanya banyak kenal. Karena itu untuk menghindari KKN, saya ditugaskan ke Muratara," tegasnya.

Bambang menjamin, proses seleksi calon anggota Bawaslu di OKU Raya, khususnya di Kabupaten OKU bisa berjalan jujur dan adil tanpa ada intervensi dari siapapun.

"Adik-adik mahasiswa dan rekan-rekan pers bisa memantau secara langsung proses seleksi ini, sehingga kalau ada kecurangan bisa cepat ditanggulangi," katanya.

Baca: Pasca Aksi Massa Geruduk Kantor Panwaslu Pagaralam, TNI & Polisi Lakukan Pengamanan Ketat

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved