Fenomena Oposisi Asal Nyolot

Anehnya penyebaran hoax tidak hanya dilakukan oleh masyarakat awam, tapi oleh beberapa anggota dewan yang terhormat.

Fenomena Oposisi Asal Nyolot
kompas.com
Gedung DPR/MPR 

Ada salah satu netizen mengatakan “kalau tidak mau dibully ya jangan bego”. Politisi yang tidak bijak dan tidak pintar suatu saat akan tersingkir karena generasi milenial saat ini yang kritis dan pintar memilah kabar yang benar ataupun hanya sekedar gosip murahan.

Terlalu banyak kritikan dari oposisi yang hanya asal bicara keras. Berbicara dengan nada keras dan tegas mengungkapkan sesuatu yang ternyata salah data. Padahal dari beberapa politisi oposisi ini adalah orang yang tidak “well informed”.

Terkadang kita jumpai netizen yang mengeluh soal betapa rendahnya kualitas para politisi di Indonesia. Ungkapan seperti “Kok bisa ya orang seperti ini jadi anggota DPR, siapa sih yang milih?”, sangat mudah ditemukan di media sosial.

Kenapa? Karena mereka tidak habis mengerti akan konyolnya kalimat yang terlontar dari mereka. Mengenai alasannya, mungkin para oposisi sudah kehabisan peluru untuk menyerang pemerintah. Akhirnya yang terjadi adalah blunder dan bully menerjang mereka kembali.

Sudah saatnya bagi para politisi untuk tidak egois dan hanya mementingkan golongannya saja. Kepentingan masyarakat luas dan negara harus selalu ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap pernyataan mereka. Apa gunanya mereka bisa berkuasa tapi negara dalam keadaan kacau balau dan rusak? Cinta NKRI janganlah hanya menjadi jargon kosong, tetapi harus menjadi ideologi yang mendarah daging.

Cerdaskan masyarakat dengan mengkritik berdasarkan data dan bukan berdasarkan “asal nyolot”. Cepat atau lambat masyarakat bisa menilai siapa yang pantas dan kompeten untuk mewakili mereka di gedung DPR. Masyarakat milenial sekarang sudah cerdas dan mumpuni untuk mendapatkan informasi yang benar.

Peran masyarakat dalam menangkal informasi dan kritikan yang asal bunyi diharapkan dapat memperkecil daya rusak fitnah yang dilontarkan pihak tertentu. Tidak ada salahnya mengkritik, tapi kritiklah yang sesuai dengan data dan sampaikan melalui koridor yang tepat. Sudah saatnya oposisi tidak memberikan pernyataan yang ‘asal nyolot’.(*)

Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved