Berita Lubuklinggau

Debat Pilkada Lubuklinggau, Para Paslon Sampaikan Visi dan Misi

Perang misi dan misi dalam Debat Publik kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Walikota Lubuklinggau

Debat Pilkada Lubuklinggau, Para Paslon Sampaikan Visi dan Misi
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS

TRIBUNSUMSEL.COM,LUBUKLINGGAU -- Perang misi dan misi dalam Debat Publik kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Walikota Lubuklinggau yang dilangsungkan di Gedung Bagas Raya Kota Lubuklinggau, Sabtu (23/06), berjalan lancar.

Hanya saja, yel-yel dari pendukung paslon membuat suasana menjadi menjadi riuh. Tak sedikit pendukung yang naik ke atas kursi.

Selain itu, sound system yang digunakan juga tak terlalu jelas. Akibatnya, apa yang disampaikan paslon hanya dapat didengar oleh pendukung dan undangan yang hadir di bagian depan.

Debat kandidat ini menghadirkan empat orang panelis, yakni Prof Dr Didik Susetyo MSi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Prof Dr Dwi Sawitri MSi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Lalu Dr Diyan Fuji Nugraha SH MH akademisi Fakultas Indonesia, dan Dr Refli Harun SH MH L LM, Direktur Eksekutif Constitutional and Electoral Reform Centre.

Dalam debat tersebut ketiga paslon sama-sama sepakat memajukan Kota Lubuklinggau dengan meningkatkan ekonomi bebasis kerakyatan dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 H Toyeb Rakembang dan Sopyan dalam paparanya, mengaku tidak tertarik dengan investor mereka lebih sepakat mengoptimalkan perusahaan lokal.

"Salah satu contohnya adalah pabrik kecap. Selama 20 tahun keberadaan pabrik itu tidak mengalami kemajuan. Maka ke depan jika terpilih kita akan lebih baik memajukan perusahaan lokal itu," katanya.

Paslon nomor 2, H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar mengatakan, dalam pembangunan ke depan pihaknya akan selalu melibatkan masyarakat dengan cara memenuhi hak-hak masyarakat.

"Karena Lubuklinggau tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) maka kita perlu mendatangkan investor untuk membangun Kota Lubuklinggau," ujar Nanan.

Nanan mengatakan, dengan banyaknya pembangunan, seperti perhotelan dan pusat perbelanjaan maka banyak tenaga kerja lokal diserap bahkan PAD Kota Lubuklinggau bisa mengalami peningkatan yang signifikan.

"PAD Kota Lubuklinggau terus mengalami peningkatan, jika tahun lalu PAD Lubuklinggau sebesar Rp 114 Miliar, bahkan ke depan semua usaha akan menggunakan komputerisasi dalam mencegah kebocoran PAD," ujar Nanan.

Sementara paslon nomor urut 3, Rustam Effendi dan Riezki Aprilia mengatakan, jika mereka akan mengoptimalkan tenaga kerja lokal dan membangun ekonomi kerakyatan dengan program 1 Milyar Satu Kelurahan.

"Caranya dengan memaksimalkan anggaran dan membangun usaha-usaha menyesuaikan sesuai dengan kegiatan di setiap kelurahan-kelurahan. Bahkan setiap minimarket wajib membeli produk lokal," kata Riezki.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help