Advertorial

Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati OKI Saling Sindir

Pelaksaan debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati OKI Saling Sindir
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Suasana debat publik paslon di tiga kandidat Bupati dan Wakil Bupati OKI yang dilaksanakan oleh KPU OKI, diselenggarakan di Kantor DPRD OKI, Rabu (20/6/2018) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pelaksaan debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), antara paslon Nomor urut 1 Iskandar - Djakfar (ISO), Nomor urut 2 Abdiyanto - Made Irawan, dan Nomor urut 3 H Azhari - H Qomarus, mengadu program dan keritikan serta minta perhatian dari para pemilih akan digelar, Rabu Tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Debat publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, berlangsung di Kantor DPRD OKI, yang dipandu master of ceremony Prisca Clarisa, serta 4 panelis seperti Prof Andi Mulyana, Didik Susetyo, DR Ardiyan Saptawan dan Ridwan.

Tak urung, dari ke tiga paslon tersebut, saling sindir serta membuka langkah kerja di salah satu dinas yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap petani yang hendak meminjam alat berat, sebagai penggaraf sawah padi.

Kendati, antara kandidat saling sindir, pelaksanaan debat publik putaran kedua, terakhir aman dan lancar baik di dalam gedung DPRD OKI maupun di luar gedung yang dilakukan penjagaan ketat oleh Jajaran Polres OKI, dipimpin AKBP Ade Harianto SH MH, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Saprianizar SSos.

Ketua KPU OKI, Dedi Irawan SIP MSi didampingi Kominioner KPU Amrullah, Idham Khalik, Rabu (20/6/2018) menegaskan, penyelenggaraan debat publik sesuai PKPU No 4/2017 bahwa KPU wajib memfasilitasi adanya pelaksanaan debat kandidat.

"Kami juga telah menginggatkan paslon agar memanfaatkan waktu ini untuk memaparkan visi dan misi. Tentunya berdebat secara adil dan profesional serta berethika," kata Dedi seraya mengharapkan kepada lapisan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada, 27 Juni 2018 mendatang.

Masih kata Dedi, debat publik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini merupakan sarana politik mengedukasi masyarakat guna mengetahui visi misi paslon bupati dan wakil bupati.

"Kepada paslon, silakan deskripsikan dan jabarkan visi misi anda, terutama dalam hal strategi memajukan Kabupaten OKI, dibidang pertanian, perkebunan, ekonomi, lingkungan dan hukum. Tinggal masyarakat yang akan menilai bagaimana visi misi para paslon," tutur Dedi.

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pilkada dengan cara mendatangi TPS pada 27 Juni 2018, dengan membawa C6 atau membawa e-ktp dan kartu keluarga (KK) dan ditunjukan kepanitia pemilu.

Pendengaran wartawan ketika, paslon Iskandar - Djakfar menyebutkan sedikitnya, ada tujuh butir misi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati OKI yakni, melanjutkan pembangunan desa dari desa, membangun tata ruang berwawasan lingkungan.

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help