Berita Baturaja

KPU OKU Dipastikan Tetap Aktif Kerja Meski Hari Lebaran

Momentum peringatan hari raya idul fitri 1439 H/2018 sebagian besar libur kerja dan dimanfaatkan untuk pulang kampung

KPU OKU Dipastikan Tetap Aktif Kerja Meski Hari Lebaran
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA

TRIBUNSUMSEL.COM -- Momentum peringatan hari raya idul fitri 1439 H/2018 sebagian besar libur kerja dan dimanfaatkan untuk pulang kampung berbeda halnya dengan penyelenggara Pemilu sepertin Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Petuga dikedua tempat ini tetap bekerja seperti biasa. Tak ada libur bagi mereka.
Benar saja. Saat libur lebaran KPU OKU pada 17 Juli 2018 mendatang dijadwalkan akan melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pilih Sementara (DPS) untuk Legislatif mendatang.

"Kita tidak ada libur. Pada 17 Juli ini kita akan melaksanakan pleno DPS di tingkat KPU Kabupaten OKU. Artinya pada tanggal 15-16 Juli persiapan untuk rapat pleno DPS harus disiapkan," kata Ketua KPU Naning Wijaya melalui Anggota KPU OKU, Devisi Logistik Imaduddin saat dibincangi Tribun Sumsel, Rabu (12/6).

Imanuddin menjelaskan hal seperti ini sudah menjadi tugas dan kewajiban dalam bekerja. Setiap tahapan yang sudah terjadwal harus dilaksanakan dengan cara maksimal.
"Jadi tidak ada libur. Kita tetap bekerja seperti biasa. Bukan hanya komisioner KPU yang tetap aktif bekerja, bahkan staf dan pegawai KPU juga tetap kerja seperti biasa," jelas Imaduddin.

Sedikit melempar candaan. Kata Imaduddin jika KPU tetap kerja otomatis Panwaslu OKU juga akan tetap bekerja. Sebagai sesama penyelenggara pastinya mereka juga akan melakukan pengawasan terhadap meraka.

Selain itu, agar proses penyelenggaraan dan pengawasan pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan maksimal, Panwaslu OKU tetap aktif bekerja.

Anggota Panwaslu OKU, Devisi Organisasi dan SDM, Dewantara Jaya menghimbau agar Anggota Panwascam se-OKU tidak meninggalkan tempat dimana mereka berada.

"Himbauan ini sesuai dengan arahan ketua kami, yakni Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi yang ia sampaikan beberapa waktu lalu saat melakukan kunjungan ke OKU," jelas Dewantara Jaya.

Mengapa demikian kata Dewantara tidak lain agar pengawasan berjalan maksimal dan diakhwatirkan ada pelanggaran yang terjadi atai laporan pelanggaran.

"Makanya kita himbau jangan meninggalkan tempat. Jika panwascam meninggalkan tempat dan tidak mematuhi hal ini pastinya akan menjadi catatan mereka," katanya.

Disinggung mengenai sanksi bagi anggota Panwascam yang melanggar kata Dewantara mereka akan memberikan sanksi tegas. Baik berupa teguran ataupun surat peringatan.
"Jika memang ada keperluan mendesak, boleh saja izin. Namun tidak boleh semuanya, harus bergantian," jelasnya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help