Berita Muaraenim

Truk batubara yang Tabrak 2 Rumah di Muaraenim Itu Diduga Karena Sopir Mengantuk

Satu unit truk batubara bermuatan seruduk dua unit rumah warga Dusun IV Desa Gunung Megang Luar, akibatnya tiga korban mengalami

Truk batubara yang Tabrak 2 Rumah di Muaraenim Itu Diduga Karena Sopir Mengantuk
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Truk batubara yang menghantam dua unit rumah warga didesa Gunung Megang 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Satu unit truk batubara bermuatan seruduk dua unit rumah warga Dusun IV Desa Gunung Megang Luar, akibatnya tiga korban mengalami luka berat dan luka ringan.

Peristiwa tersebut terjadi, Kamis, (7/6) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Dimana peristiwa tersebut bermula saat truk batubara BG 8515 IA yang dikemudian oleh Sugiarto (30) warga Belimbing melintas di lokasi kejadian.

Diduga karena mengantuk kemudian truk batubara tersebut menyeruduk tiang PLN hingga roboh.

Tidak berhenti disitu saja truk tersebutpun langsung menghamtam dua unit rumah warga yang bernama Rusmida (55) dan Syahrul (48)

Akibat peristiwa tersebut tiga orang mengalami luka-luka yakni Imam (35) yang merupakan anak dari Rusmida mengalami patah dibagian paha dan tulang belakang.

Kemudian Jaka Purnama (16) dan Anggi (12) yang merupakan anak dari Syahrul mengalami luka ringan akibat tertimpah tembok kamar dan batubara dari mobil.

Seperti yang dituturkan oleh Syahrul (48) salah satu pemilik rumah yang tertabrak mengaku syok pasca kejadian tersebut.

"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 Wib  waktu istri saya sedang memasak untuk sahur, Tiba-tiba dinding rumah kami roboh dan ambruk.

Kami kaget mendengar suara ambruk, setelah kami periksa ternyata mobil batubara yang menabrak.

Dua orang anak kami yang masih tertidur di kamar luka-luka tertimpah tembok dan batubara yang keluar dari mobil truk tersebut,"katanya.

Tak hanya itu saja lanjutnya listrik disekitar kawasan tempatnya tinggalpun sempat padam karena tiang listrik yang roboh.

Dilain pihak, korban lainnya yakni Rusmida memintah agar pengusaha transportir batu bara tersebut bertanggung jawab atas kejadiaan yang menimpa keluarganya tersebut.

" Kami minta ganti rugi atas kerusakan rumah kami dan tolong biayai pengobatan anak kami imam yang tertimpah tembok dan batubara sehingga harus dirawat di RS Bunda Prabumulih," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved