Berita Muaraenim

Truk Batubara Tabrak Rumah di Muaraenim, Penghuni Luka-luka Sampai Patah Tulang

Truk Batubara Tabrak Rumah di Muaraenim, Penghuni Luka-luka Sampai Patah Tulang

Truk Batubara Tabrak Rumah di Muaraenim, Penghuni Luka-luka Sampai Patah Tulang
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Mobil angkutan batubara menabrak dua rumah warga di Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, sehingga satu luka berat dan dua luka ringan di Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Kamis (7/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM --- Truk Batubara Tabrak Rumah di Muaraenim, Penghuni Luka-luka Sampai Patah Tulang

Armada truk angkutan batu bara (Angbara) merupakan momok yang menakutkan bagi masyarakat kabupaten Muaraenim.

Kali ini armada Angbara kembali menelan korban yaitu dua buah rumah rusak parah, satu orang luka berat (Luber), dan dua orang luka ringan (Luring) di Desa Gunung Megang Luar Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim, Kamis (7/8/2018) pukul 03.00 dini hari.

Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com di lapangan, truk angkutan batu bara dengan BG 8515 IA yang dikemudikan Sugiarto warga Belimbing ini berangkat dari arah Muaraenim menuju arah Palembang dengan muatan angkutan yang melebihi kapasitas.
Mendadak keluar jalur perlintasan sehingga menabrak rumah Rusmida (55) warga dusun IV desa Gunung Megang Luar kecamatan Gunung Megang mengenai ruang tengah, sedangkan Rumah Syahrul (48) warga setempat mengenai kamar depan.

Akibat tabrakan tersebut, Imam (35) yang merupakan anak Rusmida menderita luka berat dibagian dada dan paha serta patah tulang belakang.

Sedangkan dua korban lainnya anak dari Syahrul bernama Anggi (12) dan Jaka Purnama (16) mengalami luka ringan terkena reruntuhan tembok dan batu bara.

Menurut pengakuan korban Syahrul bahwa Angbara tersebut menabrak rumah mereka sekitar pukul 03.00 dini hari ketika mereka masih tertidur.

Sebelumnya truk tersebut terlebih dahulu menabrak sebuah tiang PLN sampai roboh dan menyebabkan wilayah tersebut mengalami mati lampu total.

Setelah itu baru menabrak kedua rumah tersebut dan menyebakan satu orang dari anak Rusmida yang bernama Imam mengalami luka berat yang diperkirakan mengalami patah tulang.

Sedangkan dua anaknya, Anggi dan Jaka mengalami luka ringan karena tertimpa oleh reruntuhan tembok dan batu bara.

"Pas truk menabrak, istri saya sedang memasak untuk sahur dan kedua anak saya tertidur. Tiba-tiba dinding rumah kami roboh dan ambruk," jelas Syahrul yang masih terlihat shok.

Sementara, korban lainnya Rusmida mengharapkan agar pengusaha transportir batu bara tersebut bertanggung jawab.

Atas kejadiaan yang menimpa keluarganya tersebut dan dapat mengganti rugi kerusakan rumah mereka serta membiayai pengobatan mereka.

"Saya minta pihak teansportir bertanggung jawab atas rusaknya rumah kami dan biaya pengobatan putra kami yang mengalami luka dibagiaan dada dan paha saat ini sudah di rujuk ke RS Bunda Prabumulih," tegasnya. 


Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help