Berita Prabumulih

Richard Cahyadi Prioritas PHL di Prabumulih Karena 4 Tahun Tak Digaji

Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi mengatakan kedepan akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para RT/RW, Linmas,

Richard Cahyadi Prioritas PHL di Prabumulih Karena 4 Tahun Tak Digaji
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi mengatakan kedepan akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para RT/RW, Linmas, Pemandi Jenazah, Guru Nagaji dan petugas lainnya berupa pemberian dana bantuan operasional ataupun insentif.

"Saya dulu menjanjikan akan meningkatkan honor RT RW namun belum bisa dilakukan, baru nanti kedepan saya berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan mereka (para RT/RW,Linmas dan lainnya-red)."

"Nanti bersama unsur terkait Pemerintah akan mengkaji ulang berapa benar santunan atau tunjangan yang layak untuk diberikan kepada mereka," ujarnya saat dibincangi usai menghadiri acara pembagian insentif di pendopoan rumah dinas kota Prabumulih, Kamis (7/6/2018).

Menurut Richard, dana insentif RT RW belum bisa ditingkatkan lantaran dirinya harus lebih dulu memprioritaskan masalah Pegawai Harian Lepas (PHL) Non Gaji yang sebelumnya tidak pernah menerima gaji dengan jumlah PHL non gaji yang mencapai ribuan orang tersebut.

"Saya kasian melihat saudara kita ada yang 3 tahun fan 4 tahun tidak menerima gaji sama sekali, untuk itu saya mengalihkan dulu untuk memikirkan nasib saudara kita itu. Jika saya tidak memikirkan PHL tanpa gaji mungkin dana sudah saya berikan ke kalian (RT dan RW) tapi kasian nasib mereka," ungkap Richard.

Richard menilai PHL perlu digaji karena ada ketimpangan atau perbedaan antara mereka dimana ada yang digaji dan ada yang tidak digaji.

"Begitupun para RT/RW,Linmas dan lainnya perlu ada kesesuaian peningkatan kesejahteraan karena saat ini masih ada perbedaan angka yang mereka terima padahal tugas dan tanggungjawab diemban cukup berat," lanjutnya.

Lebih lanjut pria yang sebelumnya menjabat Kakan Kesbang Provinsi itu mengatakan, pekerjaan seperti pemandi jenazah dan guru ngaji serta lainnya tersebut merupakan pekerjaan yang diemban orang-orang yang langka.

"Zaman sekarang banyak yang tidak mau bekerja seperti itu, ini yang akan kita pikirkan, sebab ini agak langka orangnya," bebernya.

Diharapkan dengan dilakukannya peningkatan tersebut nantinya masyarakat merasa aman, dalam berurusan apapun tidak dipersulit.

"Sudah itu lingkungan benar-benar kondusif dan apa-apa informasi dari Pemerintah betul-betul sampai ke masyarakat. Dan tidak ada persoalan di pemerintahan bawah tersebut," harapnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help