Berita Muaraenim

Manfaatkan Limbah Non-B3, PTBA Hadirkan Founder Mall Sampah Indonesia

Untuk memanfaatkan pengelolaan limbah non B3 sehingga bernilai ekonomis, PTBA hadirkan Adi Saifullah Putra

Manfaatkan Limbah Non-B3, PTBA Hadirkan Founder Mall Sampah Indonesia
Tribunsumsel.com/Ika Anggraeni
Adi Saifullah Putra yang merupakan Founder Mall Sampah Indonesia dari Makassar saat memasangkan topi dan jaket secara simbolis kepada peserta sosialisasi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Untuk memanfaatkan pengelolaan limbah non B3 sehingga bernilai ekonomis,

PTBA hadirkan Adi Saifullah Putra yang merupakan Founder Mall Sampah Indonesia dari Makassar, Rabu (6/6) yang digelar di Gedung Serba Guna kantor PTBA Tanjung Enim.

Baca: Kadisdik Palembang Zulinto : Kepsek Silakan Beri THR Untuk Guru Honor Sesuai Kemampuan

Seperti yang di katakan oleh Senior Manager Pengelolaan Lingkungan dan Penunjang Tambang (PLPT) PTBA, Sukono dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk pengelolaan limbah B3 itu sudah dikelolah oleh PTBA.

"Namun untuk limba non B3 kita akan melibatkan berbagai lapisan masyarakat sehingga sampah yang semula tidak berguna dapat bernilai ekonomis," katanya.

Baca: Pos Keamanan dan Pelayanan Kesehatan Disiagakan Dititik Rawan OKI

Ia juga mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat disekitar kecamatan lawang kidul dan Muaraenim dapat terlibat penuh dalam pengolahan limba ini sehingga dapat mengurangi volume sampah yang ada di Muaraenim.

"Manfaatkan kegiatan ini secara maksimal, sehingga dapat bermanfaat dan menambah pendapatan masyarakat," jelasnya.

Baca: Penjual Koran Ini Menangis Pilu Usai Benda Berharganya Mendadak Hilang, Videonya Banjir Air Mata

Sementara itu Camat Lawang Kidul, Rahmad Noviar menyambut baik adanya kegiatan tersebut karena selama ini sampah merupakan masalah yang paling krusial di kecamatan Lawang Kidul.

"Penduduk lawang kidul adalah penduduk terbanyak yang ada di Kabupaten Muaraenim,

dimana ada sekitar 72 ribu penduduk dan sekitar 29 ribu kk, dan untuk produksi sampah di lawang kidul sehari diperkairakan bisa mencapai 160 ton perhari," jelasnya.

Baca: Agar Berjalan Maksimal, Anggota Panwaslu OKU Tetap Aktif Bekerja Saat Idul Fitri Nanti

Ia juga mengatakan karena overloadnya TPA yang ada di kecamatan Lawang Kidul, Sampah yang ada di Lawang Kidul terpaksa di buang ke Muaraenim.

" ini sudah kita tindak lanjuti, Karena kita belum ada TPA permanent terpaksa untuk sementara waktu sampah yang ada di lawang kidul di buang di Muaraenim," katanya.

Baca: Ini Dia, 4 Tips Hemat Saat Rayakan Hari Lebaran Agar Kantong Tak Jebol

Ia juga mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan khususnya kepada ibu-ibu rumah tangga untuk dapat memanfaatkan sampah ini sehingga menjadi nilai ekonomis.

"Kalau diperdesaan saya yakin kegiatan ini akan dimanfaatkan, tapi kalau di perkotaan terutama ibu-ibu yang tinggal di komplek perumahaan mungkin memandang hal ini sangat sedikit bernilai ekonomis namun kita harapkan hal ini juga dapat dimanfaatkan sehingga sampah-sampah tersebut dapat bernilai ekonomi," pungkasnya.

Baca: Karir BUMN: Lowongan Kerja PT Industri Kreta Api (Persero), Cek Syarat dan Tanggal Registrasi

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help