Berita OKU Selatan

Cemari Lingkungan, Warga Kelurahan Batu Belang OKUS Keluhkan Penampungan Rongsokan Ilegal

Usaha penampungan barang rongsokan yang menjadi keluhan warga sekitar diketahui tanpa izin

Cemari Lingkungan, Warga Kelurahan Batu Belang OKUS Keluhkan Penampungan Rongsokan Ilegal
Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Cemari Lingkungan. Warga Kelurahan Batu Belang OKUS Keluhkan Penampungan Rongsokan Ilegal 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Usaha penampungan barang rongsokan yang menjadi keluhan warga sekitar diketahui tanpa izin pemerintah sejak dua tahun terakhir (ilegal).

Warga sekitar mengeluhkan tempat penampungan barang rongsokan yang tepatnya berada di Kelurahan Batu Belang tersebut dinilai mencemari lingkungan daerah sekitar.

Baca: Sasar Pegawai Koperasi, Kawanan Perampok di Lahat Ini Dibekuk Polisi 4 Tertangkap 1 Kabur

"Sudah sangat mengganggu, dengan adanya penampungan rongsokan tersebut membuat lingkungan sekitar tercemar,"ujar salah seroang warga yang enggan menyebutkan identitasnya, Senin (4/7/2018).

Pencemaran lingkungan itu juga dibenarkan oleh Kadinkes OKU Selatan Drs Herman Azedi, SKM, MM melalui survei dari pihaknya kelapangan beberapa waktu lalu.

Baca: Ingat Pidato Pribumi Anies Baswedan yang Berujung ke Pengadilan ? Ini Hasil Putusannya

"Memang benar akibat penampungan barang rongsokan tersebut menyebabkan tempat bersarang nyamuk hingga menimbulkan bau busuk," katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Perizinan OKU Selatan, melalui Kabid Pengaduan, Yuspriadi, ST, MM mengatakan usaha tersebut sejak dua tahun terakhir telah habis masa perizinan yang tidak diurus oleh yang bersangkutan.

Baca: Dibongkar Roy Kiyoshi, Terkuak Inilah Kebohongan Jessica Iskandar yang Disembunyikan,Bikin Malu

"Usaha tersebut sejak dua tahun terakhir telah habis masa berlakunya dan hingga saat ini belum diperpanjang," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Umar Safari, S.ST melalui Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Penaatan PPLH, Febri mengatakan bahwa pihaknya telah meminta persyaratan untuk izin.

Baca: Penampilan Terbarunya Dikritik Hingga Disebut Tua, Begini Balasan Cita Citata, Menohok Abis

"Untuk persyaratan kelanjutan izin usaha kita telah meminta pada pemilik usaha untuk melengkapi persyaratan namun hingga saat ini belum dipenuhi,"ujar Febri.

Sejak dua tahun terakhir usaha tersebut berstatus ilegal karena belum diperpanjang oleh pihak pemilik usaha.

"Hingga saat ini kita masih menunggu dari yang bersangkutan untuk melengkapi persyaratan berkas yang ada," bebernya. (Sripoku.com/Alan Nopriansyah)

Baca: Jadi Starter Lawan Persela, Sandi Tegaskan Tak Ambil Keuntungan dengan Absennya Teja Paku Alam

Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved