Berita OKI

Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung OKI Bakal Terhambat, Ukuran Tanah dari Tim BPN Berubah

Pembangunan Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) sepanjang 33,50 km, bakal terhambat.

Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung OKI Bakal Terhambat, Ukuran Tanah dari Tim BPN Berubah
Sripoku.com/Mat Bodok
Pemilik tanah sawah menunjukan lahannya yang masuk di dalam lokasi pembangunan proyek jalan tol Kayuagung Palembang di wilayah Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagungm 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pembangunan Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) sepanjang 33,50 km, bakal terhambat.

Lantaran ada pihak warga belum ada kepastian ganti rugi lahan dan luas ukur lahan tidak sama dengan surat yang dikeluarkan oleh desa, Sabtu (2/6/2018).

Tim ukur dari BPN diduga ada permainan dalam pengukuran.

Rusyadi (42) keluarga pemilik tanah sawah yang berada di Desa Arisan Buntal Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengatakan,

keluarganya keberatan perihal luasan tanah oleh Tim ukur pembebasan yang hasilnya tidak sesuai luas tanah seharusnya 3.144, 66 meter persegi.

Dijelaskan Rusyadi, sejarah tanah ini awalnya milik boyot bernama Yusuf nenek dari Uju Jali, dan tanah sawah ini setiap tahun selalu dikerjakan untuk menanam padi, berjalan waktu sawah ini diwariskan oleh boyot kepada 4 bersaudara.

Ukuran tanah bagian utara 20,45 meter selatan 11,25 meter dan timur 198,40 meter barat 198,40 meter, dengan jumlah 3.144,66 meter persegi untuk satu saudara.

Ukuran tanah tadi, pertama dilakukan pengukuran oleh tim desa. Setelah dinyatakan tanah sawah masuk dilokasi pembangunan proyek jalan tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung), lalu pihak tim ukur dari BPN melakukan pengukuran dengan luas tanah 2.977 meter persegi.

Mendapat luas tanah yang tidak sesuai, keluarga Jali melalui Rusyadi melakukan penyanggan kepada tim ukur. Karena menurut Rusyadi, luas tanah sawah miliknya jadi berkurang 167, 66 meter persegi. 

"Kami menolak hasil ukuran luas tanah yang dianggap jauh dari jumlah luas tanah yang sebenarnya," tegas Rusyadi yang menyebutkan persoalan ini sebenarnya sudah lama disampaikan kepihak pemerintah kecamatan dan juga dinas pertanahan termasuk dari tim ukur BPN, tapi tak ada hasil yang maksimal.

Halaman
12
Tags
Berita OKI
Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help