Pilkada Sumsel

KPU Sumsel Musnahkan 3 Ribu Surat Suara Rusak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menyatakan, pihaknya telah memusnahkan 3 ribu surat suara pada Pilkada gubernur dan wakil gubernur

KPU Sumsel Musnahkan 3 Ribu Surat Suara Rusak
SETIA BUDI/SP
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menyatakan, pihaknya telah memusnahkan 3 ribu surat suara pada Pilkada gubernur dan wakil gubernur Sumsel 27 Juni 2018 mendatang.

Menurut Ketua KPU Sumsel Aspahani, surat suara yang dimusnahkan di pabrik percetakan di Bekasi tersebut, terdiri dari surat suara yang rusak sehingga tidak sesuai speach yang ditetapkan.

"Surat suara rusak sudah dimusnakan kemarin yang di pabrik, sekitar 3 ribuan, mayoritas salah saat dicetak," kata Aspahani, Kamis (31/5/2018).

Ia menjelaskan, kerusakan surat suara terjadi karena beberapa hal, di antaranya warna tidak sesuai speach, ada terkena tinta, ataupu kertas tersobek.

"Jadi banyak penyebab yang tidak bisa digunakan karena diluar standar yang telah ditetapkan," capnya.

 Ditambahkan Aspahani, sebelum memusnahkan surat suara tersebut, KPU Sumsel telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel untuk menyaksikan pemusnahan.

Pemusnahan sendiri dilakukan, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan surat suara oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk menjaga agar tidak disalahgunakan maka dimusnahkan, dimana Bawaslu Sumsel hadir dan dari KPU Sumsel diwakili Sekretaris KPU Sumsel," ucapnya.

Dilanjutkan Aspahani, pihaknya juga masih menunggu laporan hasil inventaris pihak KPU Kabupaten/kota se Sumsel, terkait suray suara Pilgub Sumsel yang diterima, apakah sudah cukup atau belum, atau ada yang rusak dari penyotiran dan pelipatan surat suara.

"Sementara untuk yang rusak dari laporan yang kita terima, baru dari KPU Muratara, karena ada bercak tinta yang kurang pas," tandasnya.

Terkait hal itu, pihaknya meminta untuk disisikan dahulu surat suara yang rusak, nanti setelah semuanya telah disortir yang bagus dihitung, dan yang rusak akan segera dilaporkan lagi kepihak percetakan untuk dilakukan cetak ulang menggantu kekurangan yang ada.

"Jadi surat suara yang rusak itu juga dikumpulkan, begitu juga surat suara yang berlebih," ujarnya.

Selain itu, dengan jadwal penyotiran dan pelipatan diserahkan ke kabupaten/kota yang jadwalnya berbeda, pihaknya berharap dalam minggu pertama bulan Juni, sudah ada hasil dari invetrais penyotiran agar segera ditindaklanjuti.

"Yang jelas kita inginnya minggu pertama Juni ini sudah dilaporkan hasilnya, agar bisa memenuhi kekurangan yang ada. Yang sudah melapor secara lisan baru Muratara ada kerusakan, kalau daerah lainnya belum ada baik lisan maupun tertulis," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved