Ramadan 2018

Salat Tarawih, Saat Dzikir Malah Main HP, Bagaimana Hukumnya?

Assalamualaikum. Saya mau tanya Pak ustadz. Apa hukumnya shalat tarawih tapi di saat isttirahat (dzikir) malah sbuk maen Hp? Tolng Pak ustad j

Salat Tarawih, Saat Dzikir Malah Main HP, Bagaimana Hukumnya?
TRIBUNSUMSEL.COM/DEFRI IRAWAN
Ilustrasi 

Mengutamakan Medsos Dibanding Ibadah

Pertanyaan:

0895353850XXX
Assalamualaikum. Saya mau tanya Pak ustadz. Apa hukumnya shalat tarawih tapi di saat isttirahat (dzikir) malah sbuk maen Hp? Tolng Pak ustad jelas kan smuanya, karna mash bnyak anak2 muda kita tak mengrti dngan tata cara sholat yg sbenarnya. Mereka lebih mementingkan media sosial dibanding ibadah, terlebih itu di dalam masjid. Untk jawbn dan penjelasannya terima kash.

Jawaban:

Kehadiran telepon seluler (ponsel) telah merubah tingkah laku remaja zaman sekarang. Tidak bisa dipungkiri, remaja saat ini sudah kecanduan ponsel. Remaja saat in berangggapan bahwa ponsel adalah kebutuhan utama. Tujuan utama remaja menggunakan ponsel adalah untuk berkomunikasi, silahturahmi dan mengakses informasi dari berbagai sumber. Dengan mengakses berbagai macam informasi dengan sangat mudah akan sangat mempengaruhi tingkah laku para remaja.
Remaja zaman sekarang kemana-mana membawa ponsel, makan sambil main ponsel, ke kamar mandi membawa ponsel, dan saat berjalanpun main ponsel. Bangun tidur yang pertama kali dicari adalah ponsel. Di sini sudah terlihat betapa pentingnya ponsel bagi remaja, hingga tidak bisa berpisah dengan ponsel sesaatpun.
Kemajuan teknologi yang serba canggih ini di antaranya penemuan ponsel pasti menimbulkan dampak negatif dan positif, terutama bagi remaja saat ini. Di antara remaja saat ini balum bisa memilih mana yang baik bermanfaat dan mana yang buruk merusak, mereka hanya memburu kesenangannya saja.
Tidak bisa dipungkiri sebagian besar remaja memiliki ponsel, baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Pengaruh ponsel dalam diri remaja sangat cepat dan kuat, bahkan ada remaja yang tidak mau sekolah hanya karena tidak dibelikan ponsel oleh orangtuanya. Ada pula remaja yang melawan orang tuanya, yang tidak mau makan, tidak mau membantu orang tuanya hanya karena tidak dibelikan ponsel. Seakan-akan ponsel itu sudah menyatu dengan jiwa remaja zaman sekarang. Ponsel memang penting, tapi seorang remaja yang menggunakannya harus diawasi oleh orangtuanya agar tidak salah penggunaannya.
Menyibukkan diri dengan ponsel di sela-sela beribadah memang tidak membatalkan ibadah tersebut. Yang pasti akan mengurangi kekhusyu’an beribadah yang merupakan ruhnya ibadah. Menyikapi fenomena kegandrungan remaja menggunakan ponsel saat beribadah harus dengan bijaksana. Tidak cukup hanya dengan menyampaikan himbauan kepada mereka untuk tidak membawa ponsel atau mematikannya ketika akan memasuki masjid atau musala. Cara seperti itu tidak akan efektif bahkan akan ditentang oleh para remaja. Akan lebih efektif untuk mengurangi kegandrungan mereka menggunakan ponsel pada saat beribadah khususnya shalat tarawih dengan melibatkan mereka secara bergantian dalam aktivitas memimpin dzikir atau shalawat di sela-sela shalat tarawih. Apalagi kalau dalam memimpin dzikir atau shalawat itu disediakan hadiah bagi remaja yang memiliki kriteria tertentu dalam aktivitas tersebut. (*)

Dewan Syariah PPPA Daarul Qur'an, KH Ahmad Kosasih,

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved