Berita Prabumulih

Mobil Dinas Prabumulih Boleh Dibawa Mudik, Tapi Kerusakan dan Hilang Tanggungjawab Pegawai

Para pejabat atau pegawai yang memiliki kendaraan dinas tidak perlu takut lagi tidak diperbolehkan membawa mobil ketika mudik lebaran.

Mobil Dinas Prabumulih Boleh Dibawa Mudik, Tapi Kerusakan dan Hilang Tanggungjawab Pegawai
foto/internet
Ilustrasi Mobil Dinas 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Para pejabat atau pegawai yang memiliki kendaraan dinas tidak perlu takut lagi tidak diperbolehkan membawa mobil ketika mudik lebaran.

Pasalnya, pejabat dan pegawai yang bertugas di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih diperbolehkan membawa mobil dinas ketika mudik lebaran.

Namun pemerintah kota Prabumulih tidak mau bertanggungjawab jika ada kerusakan maupun kecelakaan atau kehilangan.

"Kita dari dulu-dulu memperbolehkan kendaraan dinas baik mobil maupun motor untuk dibawa pegawai mudik lebaran."

"Namun jika ada kerusakan maupun kecelakaan menjadi tanggungjawab yang memegang kendaraan untuk memperbaiki," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih, HM Kowi SSos ketika diwawancarai wartawan, Rabu (30/5/2018).

Sekda menuturkan, tidak hanya kerusakan karena kecelakaan atau tergores yang menjadi tanggungjawab pegawai memperbaiki.

Namun juga jika kendaraan dibawa mudik lebaran dan hilang maka harus diganti.

"Pemerintah tidak mau tahu dalam mengganti, jika hilang karena mudik lebaran diluar jam kerja maka akan menjadi tanggungjawab pegawai yang memegang kendaraan, meski musibah,"tuturnya.

Kowi mengatakan, mobil dinas juga tidak boleh dipinjamkan pemegang ke orang lain termasuk ke anaknya sendiri, kecuali ketika berangkat mudik menyetir dilakukan bergantian.

"Kalau ada apa maka yang kena resiko pemegang mobil jadi tidak boleh sembarang pinjamkan," katanya.

Namun pria yang pernah menjabat asisten I Pemkot Prabumulih itu menuturkan, pihaknya yakin pegawai pemkot Prabumulih tidak akan membawa mobil dinas jauh dan sembarangan meminjamkan.

"Kalau dibawa mudik paling hanya di Sumsel saja, jarang yang keluar dan kita yakin pegawai kita mengerti jika mobil dinas tidak boleh sembarangan di pakai," tuturnyam

Ditanya bagaimana jika ada PNS yang sengaja mengganti plat nopol kendaraan Dinas menjadi plat hitam ketika mudik lebaran, Kowi menegaskan itu akan menjadi resiko mereka sendiri.

"Kalaupun ditilang polisi kasus BG Palsu itu tanggung jawab mereka, pemerintah tidak tanggungjawab," katanya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help