Berita Musi Banyuasin

Curah Hujan Tinggi Jalan Penghubung Keluang dan Dawas di Musi Banyuasin Terendam

Cukup tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat beberapa daerah terendam, seperti terendamnya jalan

Curah Hujan Tinggi Jalan Penghubung Keluang dan Dawas di Musi Banyuasin Terendam
SRIWIJAYA POST/Fajeri Ramadhoni
Kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Keluang menuju Desa Dawas yang terendam banjir 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Cukup tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat beberapa daerah terendam, seperti terendamnya jalan penghubung antara Kecamatan Keluang menuju Desa Dawas.

Akibat jalan yang terendam tersebut mengakibatkan kondisi jalan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, Rabu (30/5/18).

Kapolsek Keluang Iptu sapta, mengatakan bahwa banjir yang terjadi ini akibat meningkatnya debit air yang disebabkan oleh tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Akibat tingginya curah hujan membuat sejumlah jalan tergenang, pihaknya telah melakukan pengecekan kebeberapa lokasi dan terdapat dua titik jalan tergenang banjir parah. 

“Hujan cukup deras mengguyur akibatnya jalan yang bisa dikatakan rendah permukaannya langsung terendam oleh air. Memang ada beberapa jalan jika hujan deras selalu saja banjir,”kata Sapta.

Lanjutnya, setelah pihaknya melakukan pantauan untuk sementara jalan tidak bisa dilewati karna ketinggian air mencapai sekitar 120 cm, dan kita menghimbau kepada masyarakat yang akan melintas agar mengambil jalan alternatif lain.

 “Kita memberikan solusi untuk memutar melalui sungai lilin."

"Namun Sebagian pengendara sepeda motor masih tetap memaksa untuk melintas dengan mengangkat sepeda motor menggunakan kayu secara beramai ramai."

"Kita harap kondisi cepat berlalu agar aktifitas kembali normal,”ungkapnya. 

Sementara, Soleh warga Keluang mengungkapkan bahwa banjir seperti ini sudah sering terjadi namun menurutnya tidak sampai separah seperti ini. Biasanya hanya menggenang sebagian kondisi jalan saja dan itu juha cepat menyurut dalam beberapa jam saja.

“Sebenarnya sudah biasa tapi kali ini cukup besar air yang menggenang, kalau mobil tidak bisa lewat. Nah kalau motor bisa tapi dibantu beramai-ramai, ada juga yang nekar menerobos dan mogok,”ujarnya. (cr13)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help