Berita Muratara

Tiap Berbuka Puasa dan Sahur Warga Pulau Kidak di Muratara Selalu Dibuat Kesal Karena Hal Ini

Warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara setiap berbuka puasa selalu disambut dengan pemadaman listrik.

Tiap Berbuka Puasa dan Sahur Warga Pulau Kidak di Muratara Selalu Dibuat Kesal Karena Hal Ini
TRIBUNSUMSEL.COM/FARLIN ADDIAN
Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat bersama rombongan Pemkab Muratara saat safari Ramadan berbuka puasa di rumah warga di Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas yang disambut pemadaman listrik. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara setiap berbuka puasa selalu disambut dengan pemadaman listrik.

Bahkan kejadian ini dirasakan langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat bersama rombongan pejabat Pemkab Muratara saat mengadakan safari Ramadan dan berbuka puasa bersama warga.

Menurut cerita yang disampaikan Romli (54)a warga setempat bahwa jaringan listrik masuk kedesanya sudah 6 bulan lalu.

Namun sejak saat itu hingga sekarang sering mengalami pemadaman listrik.

"Pemadaman listrik ini tidak bisa diprediksi karena terlalu seringnya jadi tidak menentu dari siang hingga malam bahkan paling sering jelang masuk maghrib," katanya.

Disampaikannya, yang paling sering pemadaman ini terjadi dimalam hari bahkan kadang sampai sahur listrik masih belum dihidupkan, sehingga masyarakat selalu mengeluhkan kejadian ini.

Sebelumnya juga, lanjut Romli banyak bola lampu warga yang rusak akibat listrik sering mati hidup mati hingga berkali kali secara mendadak

"Kita ini ada aliran listrik tapi tidak bisa dinikmati dengan baik malah menuai kekesalan saja setiap hari," katanya.

Disampaikannya, bagi warga yang mempunyai mesin genset memang tidak mengeluhkan kejadian ini karena mereka mempunyai alternatif lain untuk penerangan dalam rumah.

"Sementara saya dan warga lain yang tidak punya mesin genset hanya menggunakan lampu teplok yang berbahan bakar minyak tanah," tuturnya.

Sementara itu Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengatakan memang lampu listrik saat ini masih belum normal karena Muratara masih bergantung dari Lubuklinggau.

"Saya minta warga jangan khawatir karena tidak lama lagi Gardu Induk (GI) untuk Muratara segera berdiri dan saat ini masih dalam proses pembangunan, tempatnya di Simpang Kabu, Rupit," kata Syarif.

Disampaikannya, proses pembangunan GI sendiri akan selesai di 2019 sehingga masyarakat harus bersabar karena kedepan setiap pelosok desa akan jadi terang benderang.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help