Berita Muaraenim

Terkait E- KTP yang Ditemukan Tercecer di Bogor, Kadisduk Capil Muaraenim : Itu Rusak dan Invalid

Terkait hebohnya berita sejumlah E-KTP yang tercecer di tengah jalan raya Kabupaten Bogor,

Terkait E- KTP yang Ditemukan Tercecer di Bogor, Kadisduk Capil Muaraenim : Itu Rusak dan Invalid
instagram
EKTP TERCECER 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Terkait hebohnya berita sejumlah E-KTP yang tercecer di tengah jalan raya Kabupaten Bogor, dipastikan KTP-KTP tersebut rusak dan invalid, Senin (28/5/2018)

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Disduk Capil) Kabupaten Muaraenim,

Drs H Iqbal Romzi saat dikonfirmasi tentang adanya dari beberapa KTP tersebut yang tertulis  domisili kependudukan di Muaraenim.

"Semenjak berita itu heboh, Dirjen Dukcapil Kemendagri langsung memerintahkan stafnya untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan dan ternyata benar diantara KTP tersebut ada yang berasal dari Muaraenim, dan setelah diperiksa KTP tersebut ternyata sudah rusak dan invalid," tegasnya.

Dijelaskan Iqbal, KTP yang ditemukan tersebut adalah KTP yang dicetak pada tahun 2012-2013 yang lalu.

"E-KTP tersebut infonya berasal dari gudang di Jakarta dan rencananya mau dipindahkan ke Bogor, karena KTP nya sudah rusak,

namun alasan pemindahannya kita tidak tahu, karena itu wewenangnya kemendagri, mungkin akan dimusnahkan atau memiliki alasan lainnya," jelasnya.

Namun yang pastinya lanjutnya saat ini, sopir truk yang membawa sejumlah E-KTP tersebut sudah diproses oleh Polres Bogor. 

Dikatakan Iqbal, yang pastinya setiap E-KTP yang rusak atau invalid yang ada di Disdukcapil Muaraenim langsung kita kembalikan ke pusat.

"Karena arsipnya pasti akan diminta, dan banyak alasan penggantian E-KTP misal KTPnya rusak, ada perubahan data atau adanya kesalahan dalam pencetakan,

dan setiap kali dilakukan penggantian E-KTP, KTP asli sebelumnya akan kita minta untuk arsip yang kemudian akan kita kembalikan ke pusat," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help