Berita Prabumulih

Puluhan Surat Suara Pilwako Prabumulih Ditemukan Rusak

Puluhan surat suara untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih, ditemukan tidak bisa dipakai alias mengalami kerusakan

Puluhan Surat Suara Pilwako Prabumulih Ditemukan Rusak
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Puluhan petugas KPUD Prabumulih ketika melakukan pelipatan surat suara untuk pilkada walikota dan wakil walikota Prabumulih pada 27 Juni 2018 mendatang. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Puluhan surat suara untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih, ditemukan tidak bisa dipakai alias mengalami kerusakan dan tidak sah untuk dipakai dalam pencoblosan pada pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

Puluhan surat suara tersebut diketahui rusak atau tidak sah setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Prabumulih mulai melakukan pelipatan surat suara.

"Sejauh ini terdapat 80 surat suara yang kita lakukan pelipatan ditemukan tidak sah untuk dipakai karena rusak."

"Surat suara kita temukan dalam 12 dua surat suara yang kita terima beberapa waktu lalu," ungkap Komisioner KPUD Prabumulih devisi logistik, Era Hustri Amd kepada wartawan, Senin (28/5/2018).

Era mengatakan, surat suara yang tidak sah tersebut nantinya akan dimusnahkan dan akan dibuat berita acara penambahan ke percetakan tapi jika total keseluruhan sudah pas dengan jumlah DPT maka tidak akan lagi dilakukan penambahan.

"Untuk suara yang telah dilipat kemudian disimpan di gudang penyimpanan yang disaksikan oleh tiga instansi yakni KPU, Panwaslu dan Polres Prabumulih serta akan digembok," katanya.

Lebih lanjut Era menjelaskan, pelipatan surat suara dilakukan oleh 40 petugas yang dibagi dua tim, dimana petugas berasal dari para pegawai KPU.
"Pelipatan kertas suara ini kita targetkan selesai pada 31 Mei mendatang, semoga semua berjalan lancar sehingga sesuai dengan target kita," lanjutnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Prabumulih, M Takhyul mengatakan, ada sebanyak 131033 surat suara yang akan dilipat oleh petugas, dimaba jumlah itu termasuk tambahan 2,5 persen dari total Daftar Pilih Tetap (DPT).

"Jadi sebelum surat suara ini didistribusikan, perlu disortir apakah ada yang cacat atau tidak, benar-benar layak dan dalam keadaan sah selanjutnya setelah dipastikan dan dilipat baru didistribusikan ke seluruh TPS yang ada," katanya.

Takhyul menjelaskan, pemeriksaan teliti dalam proses pelipatan perlu dilakukan karena surat suara sering mengalami kerusakan baik berlubang, ada bercak tinta, hingga warna atau gambar yang tidak sesuai.

"Untuk itu kita tekankan kepada petugas agar benar-benar teliti dalam memeriksa dan melipat agar tidak ada surat suara yang tidak layak guna atau tidak sah, kalau surat suara cacat tentunya tidak sah untuk digunakan," jelasnya. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help