Berita Musi Banyuasin

Pria di Muba Ini Serahkan Senpi Kesayangannya Pada Polisi  

Jajaran kepolisian dari Polsek Sekayu kembali menerima senpi illegal Laras panjang (Kecepek) yang diserahkan oleh Munaseh (58)

Pria di Muba Ini Serahkan Senpi Kesayangannya Pada Polisi   
SRIWIJAYA POST/Fajeri Ramadhoni
Munaseh pada saat menyerahkan senpi illegal kepada pihak kepolisian dari Polsek Sekayu

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Jajaran kepolisian dari Polsek Sekayu kembali menerima senpi illegal Laras panjang (Kecepek) yang diserahkan oleh Munaseh (58) warga Jalan Sekayu - Muara Teladan, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (28/5/18).

Penyerahan senpi illegal oleh Munaseh diterima langsung oleh Ka SPK Polsek Sekayu Aipda Martin sebanyak satu pucuk senpi di halaman Mapolsek Sekayu.

Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, menerangkan bahwa hari ini ada salah seorang masyarakat really yang telah menyerahkan senpi illegal Laras panjang jenis Kecepek ke Mapolsek Sekayu.

Penyerahan senpi tersebut sebagai upaya mendukung kinerja polri dalam menjaga situasi kamtibmas dan praktek curat.

 “Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas penyerahan senpi illegal yang di lakukan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian dengan kerelaan hati dan penuh keikhlasan mau datang untuk menyerahkan senpi illegal,”kata Hidayat.

Selain itu pihaknya kembali menghinbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senpi illegal, silahkan serahkan kepada pihak kepolisian, bisa langsung datang ke Polsek ataupun Polres.

“Bagi masyarakat yang dengan kerelaan menyerahkan senpi illegal, tidak akan kita proses secara hukum."

"Namun, jika masih ada yang menyimpan senpi dapat kita kenakan hukuman karena melanggaran undang-undang darurat mengenai senpi,”ungkapnya.

Sementara, Munaseh mengungkapkan bahwa senpi yang ia punya merupakan digunakan untuk berburu dan tidak untuk yang lain.

“Sudah lama saya punya senapan ini pak, dulu di pakai untuk berburu kalau sekarang dak guna lagi makanya saya serahkan kepada polisi,”ujarnya. (cr13)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help